Simpang Susun Semanggi untuk Mengurai Kemacetan | Koran Jakarta
Koran Jakarta | September 24 2017
No Comments
Pembangunan Infrastruktur - Presiden Puji Kinerja Ahok dan Djarot

Simpang Susun Semanggi untuk Mengurai Kemacetan

Simpang Susun Semanggi untuk Mengurai Kemacetan

Foto : KORAN JAKARTA/Muhaimin A Untung
A   A   A   Pengaturan Font
Simpang susun Semanggi dibangun dengan dana sebesar Rp360 miliar.

 

JAKARTA-Presiden Joko Widodo meresmikan simpang susun Semanggi, di Jakarta, Kamis (17/8) malam. Kepala Negara mengatakan kawasan Semanggi bukan hanya jantungnya Jakarta, tapi jantung Indonesia.

Keramaian yang paling padat ada di Semanggi. Oleh karena itu, simpang susun Semanggi ini sangat penting untuk mengurai kemacetan.


Jokowi pun tak lupa memuji kinerja pemerintah Provinsi DKI Jakarta, sejak dipimpin Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, hingga kemudian digantikan Djarot Saiful Hidayat.


“Saya sangat menghargai kecepatan pembangunan simpang susun Semanggi, yang cepat sekali, satu tahun. Sangat menghargai sekali kerja gubernur sekarang (Djarot) maupun gubernur sebelumnya (Ahok),” kata Jokowi.


Dalam peresmian ini, selain ditemani Djarot, Jokowi juga didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadi Muljono, dan Menteri Perhubungan, Budi Karya.


Jokowi berangkat dari Istana Merdeka, Jakarta, pukul 19.00 WIB setelah rangkaian perayaan dan upacara HUT RI selesai digelar. Pukul 20.00 WIB, iring-iringan kendaraan Jokowi sudah tiba di simpang susun Semanggi.

Selama beberapa menit, Jokowi mendengar penjelasan dari Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadi Muljono, dan Menteri Perhubungan, Budi Karya.


Ia juga sempat melihat gambar simpang susun Semanggi yang berada di lokasi. Akhirnya, Jokowi pun memencet tombol peresmian.


Simpang Susun Semanggi memiliki dua lintasan yaitu lintasan Jalan Gatot Subroto ke arah Bundaran HI sepanjang 796 meter dan lintasan Grogol menuju Blok M sepanjang 826 meter.


Jokowi mengaku sudah lebih dari 10 kali bolak-balik simpang susun Semanggi. “Sekali lagi saya mengapresiasi pekerjaan cepat yang dikerjakan di simpang susun sesuai dengan rencana.

Ini dikerjakan PT Wijaya Karya dengan ketepatan waktu,” kata Jokowi sambil mengacungkan jempolnya.


Simpang susun Semanggi dibangun atas dana kompensasi Koefisien Lantai Bangunan (KLB) dari PT Mitra Panca Persada senilai 579 miliar rupiah.

Dari dana sebesar 579 miliar rupiah itu anya 360 miliar rupiah yang digunakan untuk membangun simpang Susun Semanggi. Dana sisanya digunakan Pemerintah DKI Jakarta untuk membangun infrastruktur di tempat lain.


Sisa nilai KLB pembangunan simpang susun Semanggi sebesar 219 miliar rupiah digunakan untuk pedestrian di kawasan Jalan Sudirman dari Kali Krukut, Bendungan Hilir, sampai Patung Pemuda Senayan dan di kawasan Gatot Subroto dari Kartika Candra sampai Taman Ria Senayan sepanjang 3,5 kilometer. P-4

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment