Silpa Rp277 Miliar TA 2019 Sebagai Penopang APBD 2020 | Koran Jakarta
Koran Jakarta | September 19 2020
No Comments

Silpa Rp277 Miliar TA 2019 Sebagai Penopang APBD 2020

Silpa Rp277 Miliar TA 2019 Sebagai Penopang APBD 2020

Bupati Bogor Ade Yasin didampingi Wakil Bupati Iwan Setiawan, dan Plt Kadiskominfo Kardenal menggelar jumpa pers refleksi akhir tahun, di Pendopo Bupati, Jalan Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor, Senin (30/12/2019) malam.
A   A   A   Pengaturan Font

BOGOR  - Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran  (Silpa) APBN 2019 senilai 277 miliar rupiah dianggap menguntungkan untuk tahun anggaran 2020. Pasalnya, anggaran 2020 di refocusing untuk penangana Covid.

"Tapi saya bersyukur ada Silpa itu. Kalau enggak ada Silpa, jeblok," ujar Bupati Ade Ade Yasin dan Wakil Bupati Iwan Setia yang ditemui usai  Raperda  Laporan Kerja Pertanggung Jawaban APBD 2019 di Kantor DPRD Kota Bogor, Selasa (11/8).


Di sisi lain, Ade menggarisbawahi,  besarnya nilai Silpa tersebut bukan karena disengaja. " Tapi sepakat, jangan Silpa dibuat secara sengaja. Karena ini ada SKPD tidak mampu melaksanakan kegiatan sehingga muncul Silpa," ujar dia. 

Adanya Silpa yang tergolong besar. Ke depan,  pengelolaan anggaran diharapkan dapat berjalan maksimal. Ade mencatat empat point, pertama dia sepakat adanya pertemuan dengan badan anggaran paling tidak tiga bulan sekali untuk pemantauan penggunaan anggaran. Kedua terkait dengan inspektorat, dia sepakat pencegahan dilakukan di awal supaya tidak ditemukan BPK.

Ketiga, keberhasilan memperoleh WTP selama empat kali berturut-turut bukan sebagai euforia semata melainkan sebagai pendorong untuk memanfaatkan anggaran secara maksimal tanpa kebocoran. Keempat, terkait anggaran, dia sepakat dengan pemberian reward dan punishment untuk SKPD untuk memotivasi kerja.

Atang Trisnanto, Ketua Badan Anggaran DPRD Kota Bogor, Atang Trisnonanto,  mengatakan,  telah menyetujui rancangan Perda pertanggung jawaban pelaksana APBD 2019. "Kita menganggap adanya Silpa ini menunjukkan adanya terkait perencanaan yang bisa jadi tidak tepat sasaran," ujar dia. din/P-5

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment