Koran Jakarta | June 20 2019
No Comments
Skandal 1MDB

Sidang Perdana Najib Razak Ditunda

Sidang Perdana Najib Razak Ditunda

Foto : AFP/MOHD RASFAN
Najib Razak
A   A   A   Pengaturan Font

KUALA LUMPUR – Sidang perdana terhadap mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, terkait megaskandal keuangan 1Malaysia Development Berhad (1MDB) yang menyebabkan kejatuhan pemerintahan pimpinannya, diwartakan pada Senin (11/2) akan ditunda. Penundaan persidangan ini kian memperlambat upaya otoritas hukum di Malaysia untuk menyeret Najib untuk diadili.

Agendanya Najib akan disidang di pengadilan pada Selasa (12/2) ini terkait sejumlah tuntutan keterlibatannya atas penjarahan uang negara dan penipuan di institusi investasi keuangan milik negara, 1MDB, yang kasusnya menyebar ke seluruh dunia.

Dana bernilai miliaran dollar AS disebut-sebut telah dicuri oleh Najib dan para kroninya dari 1MDB yang tadinya akan dialokasikan bagi pembangunan ekonomi Negeri Jiran. Dana curian itu telah dipakai untuk membeli properti mewah serta barang seni bernilai tinggi.

Najib diduga telah menerima aliran uang curian yang cukup besar yang ditransfer ke rekening bank pribadinya. Najib sendiri telah mengeluarkan membantah atas dugaan itu.

Sidang perdana terhadap Najib ditunda setelah mantan ketua pengacaranya mengajukan penundaan persidangan lewat banding atas alasan terjadinya masalah teknis.

“Pengadilan Banding Malaysia pada Senin, mengabulkan penundaan itu untuk jangka waktu yang belum ditentukan,” kata pengacara kriminal dari tim penuntut, V Sithambaram. “Penundaan itu tak lama, mungkin berlaku hanya untuk satu hingga dua pekan saja,” imbuh dia.

Megaskandal 1MDB merupakan faktor paling utama yang menyebabkan kekalahan koalisi partai berkuasa di Malaysia pada pemilihan umum yang digelar Mei lalu. Sejak dilengserkan dari kekuasaan, Najib berulang kali ditahan dan mendapatkan total tuntutan sebanyak 42 kasus yang semuanya terkait 1MDB. Najib membantah dirinya bersalah atas seluruh tuntutan itu.

Najib digulingkan pada Mei 2018 lalu atas dugaan pencurian dana sebesar 4,5 miliar dollar AS dari 1MDB. Setidaknya enam negara termasuk Amerika Serikat, Swiss dan Singapura telah menerbitkan data adanya pencucian uang dari 1MDB.

Taktik Ulur Waktu

Jika tak mengalami penundaan, dalam sidang yang tadinya direncanakan digelar Selasa ini, Najib akan disidang atas 7 tuntutan terkait penilepan uang sebanyak 10.3 juta dollar AS yang dialirkan dari bekas anak perusahaan 1MDB yaitu SRC International.

Najib yang saat ini bebas karena telah membayar uang jaminan, akan menjalani sejumlah sidang terkait megaskandal 1MDB dan keterlibatannya dalam penilepan dana dari institusi investasi BUMN itu.

Terlaksananya proses persidangan kasus megaskandal IMDB akan melegakan tekanan terhadap pemerintahan baru di Malaysia setelah sebelumnya warga di Negeri Jiran mengeluhkan lambannya progres dari pengungkapan megaskandal 1MDB.

Menurut sejumlah pengamat, tim pengacara Najib telah sengaja menggunakan taktik mengulur waktu dalam pengungkapan kasus ini.

“Penundaan ini akan jadi kemunduran besar bagi pemerintah baru Malaysia pimpinan PM Mahathir Mohamad,” kata James Chin, pengamat politik Malaysia di University of Tasmania. “Mereka amat membutuhkan persidangan kasus ini untuk memperoleh kembali dukungan dari publik,” imbuh dia.

Sementara itu menurut pakar Asia Tenggara dari John Cabot University, Bridget Welsh, menyebut bahwa taktik mengulur waktu yang dilakukan tim pengacara Najib merupakan bagian dari strategi pembelaan hukum atas kasus ini. ang/AFP/I-1

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment