Koran Jakarta | October 21 2018
No Comments

Serba Ikan dengan Bumbu Kuah

Serba Ikan dengan Bumbu Kuah

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Sajian kuliner sop ikan di Indonesia banyak menggunakan bahan dasar ikan laut dan juga ikan air tawar.

Soup atau sop sebenarnya merujuk pada sajian hidang berkuah. Baik itu kuah encer ataupun kuah kental. Isiannya bisa beraneka bahan makanan mulai dari sayur-sayuran, daging hingga ikan.

Kuliner tradisional Indonesia sendiri memiliki banyak ragam olahan soup berbahan dasar ikan yang sudah diwariskan secara turun temurun di berbagai daerah.

Soup sudah mulai dikenal dan disosialisasikan di Perancis sejak abad ke 16. Seiring dengan berjalannya waktu dan perkembangan dunia kuliner,sop tidak hanya populer di Perancis tetapi juga berkembang ke berbagai belahan dunia.

Hampir tiap negara memiliki sajian soup. Baik yang dihidangkan dalam kuah kental ataupun soup dengan kuah encernya. Di nikmati saat hangat maupun dingin.

Sebagai salah satu hidangan hangat, hampir semua orang menyukai sajian kuliner yang satu ini. Baik dengan bumbu yang lengkap atau bumbu minimalis, sop tetap memiliki penggemar. Sajian berkuah ini tidak hanya disajikan sebagai menu utama, tetapi juga sebagai menu pembuka. Penyajianya juga bisa menggunakan nasi ataupun lontong.

Di nusantara, perbendaharaan kuliner sop sendiri cukup menyebar merata di berbagai wilayah di Indonesia dengan berbagai nama dan berbagai macam bahan isian yang digunakan dan biasanya disesuaikan dengan potensi bahan lokal yang ada serta tradisi makan daerah setempat. Salah satunya sop dari bahan ikan.

Sajian kuliner sop ikan di Indonesia banyak menggunakan bahan dasar ikan laut dan juga ikan air tawar. Sebagai negara kepulauan, ikan laut memang menjadi salah satu bahan makanan yang cukup familiar. Selain digoreng atau di bakar, beberapa ikan juga diolah menjadi sup ikan yang menyegarkan.

Beberapa jenis ikan laut yang kerap di olah menjadi sup ikan antara lain ikan kakap, ikan tuna maupun ikan kembung. Misalnya saja sajian ikan Hariru khas dari Timor, Nusa Tenggara Timur.

Sajian hariru merupkan sup dengan bahan dasar ikan secak atau ikan kembung yang dibumbui dengan berbagai bumbu rempah seperti lengkuas, kuyit yang dibakar serta sejumlah bumbu lainnya. Ikan dan bumbu-bumbu dimasak dalam air hingga ikan matang. Tak lupa jeruk nipis sebagai penyegar dan pengurang bau amis ikan.

Selain ikan hariru khas Timor, Papua juga memiliki warisan kuliner sop berbahan ikan. Salah satunya ikan kuah keladi. Sajian ini menggunakan ikan tuna sebagai bahan dasarnya serta keladi muda. Ikan kuah Keladi ini memiliki rasa yang asam yang menyegarkan.

Selain menggunakan ikan laut sebagai bahan dasarnya. Beberapa sajian kuliner sop ikan nusantara juga menggunakan ikan air tawar. Air tawar yang banyak digunakan sebagai bahan untuk sop ikan adalah ikan patin, ikan gabus ataupun ikan guramih.

Misalnya saja, pindang patin yang menjadi salah satu kuliner andalan masyarakat di Sumatra bagian selatan. Patin menjadi bahan makanan yang banyak ditemukan di wilayah tersebut.

Pindang patin sendiri merupakan sajian soup berbahan utama ikan patin dengan kuah yang sangat ringan. Sajian kuliner ini memiliki rasa asam yang cukup dominan. Sangat segar sebagai teman nasi putih hangat.

Di Banjarmasin ada sop ikan Banjar yang menggunakan ikan gabus yang dihaluskan. Selain ikan gabus, sop ikan banjar juga menggunakan sayuran seperti kol, wortel, kentang dan tomat. Sop ikan banjar ini memiliki rasa gurih serta menjadi sajian menu hangat yang cukup sehat. nik/E-6

Meracik Ikan untuk Sajian Sop

Siapa yang tak kenal sajian berkuah ini. Di racik dengan bumbu yang minimalis atau bumbu lengkap, sop akan memiliki penggemarnya sendiri.

Sop sering dikonotasikan sebagai salah satu hidangan yang sehat dan bernutrisi karena bahan-bahan yang digunakan di dalamnya. Terlebih dengan bahan-bahan ikan yang juga dikenal sebagai salah satu bahan makanan sehat. Hal ini semakin melengkapi sop ikan sebagai sajian yang tak hanya lezat, segar tetapi juga bernutrisi atau bergizi tinggi.

Meski demikian, sebagaimana mengolah bahan ikan atau bahan-bahan laut lainnya, kesegaran bahan sangat diperlukan untuk memberikan kelezatan sajian. Termasuk penggunaan bahan-bahan rempah dan bahan lainnya seperti jeruk nipis. Semua ditujukan untuk memberikan rasa dan mengurangi aroma dari ikan pada sajian. nik/E-6

Resep Ikan Hariru

Sebagai negara kepulauan, daerah-daerah di Indonesia memiliki sajian yang menggunakan ikan sebagai bahan dasarnya. Termasuk dalam olahan sop ikannya. Salah satunya ikan hariru. Sajian ini sangat simpel dan bisa dicoba di rumah. Berikut resepnya yang diambil dari Buku Aroma Rasa Kuliner Indonesia Sop Ikan.

Bahan:

500 gram ikan secak/kembung. Bersihkan dan cuci.

500 ml air 

Bumbu:

1 ibu jari lengkuas, bakar dan memarkan

1 ibujari kunyit, bakar dan memarkan

Cabai merah, sesuai selera. Iris 

10 buah cabai rawit merah utuh  (sesuai selera tingkat kepedasanya)

1 batang serai, memarkan 

Garam secukupnya 

2 sendok makan air jeruk nipis atau cuka

Cara membuat:

Ambil panci, masukan air, bumbu, dan ikan

Rebus dalam api sedang hingga mendidih dan bumbu meresap

Angkat dan sajikan hangat. 

Yang Khas dari Makassar

Makan di restoran atau rumah makan seafood biasanya tidak banyak pilihan. Kalau tidak udang, kepiting, dan cumi tentunya ikan laut seperti kakap, kerapu atau baronang yang menjadi pilihan. Tidak banyak restoran seafood yang memberikan ragam aneka ikan untuk diolah.

Padahal jika kita berkunjung ke Makassar, ada banyak jenis ikan yang enak untuk disantap, baik digoreng ataupun di bakar. Tetapi tak usah-jauh-jauh lah ke Makassar, mampir saja ke Bandung. Meski tidak memiliki laut, banyak restoran seafood yang sajiannya tak kalah nikmat dengan restoran seafood di Makassar.

Resepnya cukup sederhana. Yakni menggunakan bumbu khas Makassar dan tentunya ikan pilihan yang didatangkan langsung dari Makassar. Seperti rumah makan seafood Pipiann yang ada di Jalan Tirtayasa Kota Bandung.

Di Jalan ini ada beberapa restoran yang juga menyajikan makanan seafood, tapi Papiann cukup berani menjual ikan-ikan pilihan dari Makassar dengan bumbu originalnya. Ikan yang ditawarkan adalah ikan kudu-kudu dan ikan Tapi-tapi. Tapi ada juga ikan lainnya yang umum tersedia di restoran seafood.

Menu Ikan Kudu-kudu

Bagi penggemar seafood ikan Kudu-kudu menjadi salah satu favorit untuk santap siang, tapi bagi yang jarang makan ikan, nama ikan ini terkesan aneh. Akan lebih terasa aneh lagi ketika melihat bentuk ikannya secara langsung.

Ikan Kudu-kudu itu berbentuk kotak memanjang dan berwarna kelabu agak hitam dan bertotol-totol kecil. Kepalanya seperti menyatu dengan tubuhnya dan terlihat seperti ada hidung yang nampak menonjol.

Memang menyeramkan. Kulitnya pun ternyata cukup keras, namun dibalik penampilannya yang seram itu ternyata ikan ini memiliki daging yang enak.

Ipang, Pemilik Restoran Seafood Papiann mengaku jika ikan ini merupakan ikan khas dan hanya ada di Makassar. Sehingga sengaja ia mendatangkannya lansung dari Makasar.

“Susah cari ikan ini, harus ke makasar langsung,” ujarnya belum lama ini. Ikan Kudu-kudu ini menurutnya cocok hanya di goreng, bukan dibakar. Tentunya karena melihat postur ikan dan kulitnya yang keras layaknya cangkang kepiting, agak susah membakarnya.

“Namanya juga Kudu-kudu, jadi kudu digoreng saja, bukan dibakar,” ujarnya berseloroh. Daging ikan berwarna putih namun tidak banyak. Durinya hanya sedikit. Itu pun duri besar, bukan duri tipis yang berada di tengah tubuh ikan. Jadi, daging ikan dapat dipotong kecil atau difilet dan digoreng dengan tepung.

Yang membuat ikan ini disukai adalah rasa dagingnya yang enak. Bahkan sepintas rasanya seperti daging ayam, agak kenyal. Ikan bisa dimakan dengan sambal terasi, sambal tomat apel seperti sambal dabu-dabu, sambal kacang, atau sambal bawang merah mentah.

Ikan Kudu-kudu yang sudah digoreng disajikan bukan hanya daging filetnya saja. Tetapi kulitnya yang keras juga ikut disajikan, meski tidak akan dimakan.

Kudu-kudu memang dibelah menjadi dua bagian, kulitnya yang menjadi cangkang keras itu dijadikan “mangkuk”. Jadi ada dua mangkuk di atas piring datar. Kulit ikan Nampak digoreng dengan baluran tepung seperti halnya dengan isi dagingnya.

Atau disajikan dalam piring, dimana daging goreng ikan Kudu-kudu kembali dimasukan pada cangkangnya, dan baru dibuka saat hendak dimakan.

“Maksudnya biar konsumen percaya itu daging Kudu-kudu, bukan daging ayam. Jadi kulitnya juga digoreng dan dijadikan mangkuk, meski tidak dimakan. Tapi penyajiannya jadi nampak unik,” tutur Ipang.

Tapi-tapi Bakar

Ikan lain yang juga hanya bisa didapat di perairan Sulawesi adalah Ikan Tapi-tapi. Ikan ini sepintas mirip dengan ikan bawal. Bentuk melebar agak bundar dan tipis. Namun demikian, ikan ini ternyata memiliki daging yang lumayan tebal.

Ikan Tapi-tapi yang dibakar biasanya sisiknya tidak dikupas. Cara membakar seperti ini akan membuat daging ikan tetap empuk dan tidak gosong. Dengan bara arang kayu yang membara dari jarak yang tepat maka ikan bakar akan enak sempurna. Sisik ikan melindungi ikan agar tidak hangus, di samping juga membuat daging ikannya tetap lembab (moist) di dalam.

Ikan di restoran Makassar biasanya dibakar polos, tanpa bumbu, atau dicelup dulu dengan air bumbu sederhana. Baru setelah matang, bumbu atau sambal yang dipesan akan di lumuri di ikan yang sudah matang diatas dagingnya.

Seperti ikan Tapi-tapi ini yang dibakar polos, disajikan dengan berbagai macam sambalnya. Misal sambal trasi, sambal bawang putih, dabu-dabu, petis ikan, kecap manis, irisan mangga muda, dan irisan tomat hijau. Atau jika tidak ingin repot minta saja bumbu yang sudah diracik. Misalnya bumbu asam manis dengan kepedasan yang sedang.

Seperti ikan khas makassar Tapi-tapi ini. Ikan yang mirip dengan bawal ini dibelah menjadi dua bagian. Ikan ini dapat dipilih di coller box didepan rumah makan. Ukurannya lumayan besar, sekitar satu kilogram. Sebenarnya juga cukup untuk dimakan berdua.

Selain menikmati ikan khas Makassar, pengunjung juga dapat menikmati seafood lainnya. Seperti kakap merah atau kakap putih yang dibakar atau digoreng, atau udang dan cumi yang digoreng tepung.

Makan di rumah makan seafood ala Makassar ini juga tidak perlu canggung. Sebab satu ekor ikan untuk satu orang yang memesan. Tapi kalau tidak sanggup menghabisinya, makan berdua juga cukup banyak, karena rata-rata ukuran ikan yang dibakar atau digoreng mencapai satu kilogram per ekornya.

Menikmati sajian seafood akan lebih lengkap lagi jika disantap dengan cah kangkung terasi dan tentunya nasi putih panas. Air teh hangat sebagai minumnya pun sudah cukup nikmat untuk menurup santap seafood. tgh/E-6

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment