Koran Jakarta | July 20 2019
No Comments

Sepertiga Telepon Gawat Darurat 112 Adalah Penelepon Iseng

Sepertiga Telepon Gawat Darurat 112 Adalah Penelepon Iseng

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – UPT Pusat Data dan Informasi Kebencanaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta menyebutkan jumlah telepon iseng (prank call) ke nomor darurat Jakarta Siaga 112 mencapai 30–40 persen.

Informasi itu disampaikan oleh Kepala UPT Pusat Data dan Informasi Kebencanaan Badan Penanggulangan Ben­cana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta, M Ridwan, di Ja­karta, Jumat (12/7).

M Ridwan mengatakan fenomena telepon iseng kerap dialami operator kontak darurat.

“Di 911 (operator gawat darurat di Amerika Serikat, red) juga sering dapat prank call,” kata Iwan.

Namun tidak seperti di AS, penelepon iseng tidak lang­sung mendapat hukuman pidana.

Alasannya, menurut Iwan, belum ada regulasi yang men­gatur soal hukuman pidana bagi para penelepon iseng.

Layanan Jakarta Siaga 112 merupakan kontak bebas pul­sa yang dapat dihubungi warga dengan kondisi darurat.

Iwan lanjut menjelaskan ada dua jenis laporan yang di­terima pihak Jakarta Siaga 112, antara lain permintaan yang bersifat darurat (emergency) dan tidak.

Emergency misalnya kebakaran, kecelakaan, ancaman bunuh diri. Itu kita cepat. Khusus untuk kebakaran, SOP-nya maksimal 15 menit petugas harus sudah tiba di lokasi sejak laporan masuk,” terang Iwan.

Sejak Maret tahun 2019, Iwan menjelaskan layanan Ja­karta Siaga 112 sudah terhubung dengan aplikasi Jakarta Aman yang dapat diunduh lewat gawai.  Ant/P-6

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment