Koran Jakarta | October 20 2019
No Comments

Sentuhan Eropa Klasik Sebuah Villa

Sentuhan Eropa Klasik Sebuah Villa

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Interior Eropa klasik dan interior berbahan kayu jati menjadi perlambang kamasyuran yang selalu ingin disimpan. Keelokkannya pun mampu menyatu dan diabadikan dalam bentuk bangunan.

Konsep seperti itu terimplementasikan pada sebuah bangunan villa. Yakni villa yang bernama Villa Puri Joya yang di Sirnagalih, Mega Mendung, Bogor.

Bangunan tersebut menjadi peluapan emosi untuk menikmati keindahan karya serta alam tersebut. Bangunan dua lantai dengan pilar putih di bagian halaman berdiri di lahan seluas 16 hektar.

Bangunan pun tidak terlihat sombong lantaran dikelilingi perbukitan dengan koleksi tanaman tegakkan pohon yang telah berusia kurang lebih 20 tahun, antara lain pohon Damar.

Gunaevy Djajasasmita, pemilik villa, terinspirasi untuk membuat bangunan yang pernah dilihatnya saat berkunjung ke Eropa. Ia membuat pilar-pilar di bagian depan villanya seperti bangunan yang menghadap gunung vulkanis Vesuvius, di Kota Pompeil di selatan Italia.

Di belakangnya berdiri villa dua lantai dengan interior gabungan eropa klasik dan tradisional klasik. “Kalau bapak untuk urusan eksterior, ibu untuk interiornya,” ujar Lala Gunaevy Belkady, putri bungsu Gunaevy Djajasasmita tentang villa yang diberi nama Villa Puri Joya yang ditemui dalam grand opening Villa Puri Joya di Sirnagalih, Mega Mendung, Bogor, belum lama ini.

Semula, villa yang dibangun sekitar 1990-an itu, merupakan tempat liburan keluarga. Namun sejak 1,5 bulan lalu, Gunaevy yang merupakan distributor laben kendaraan memberikan lampu hijau, villanya dapat digunakan masyarakat umum. Ketiga putra putrinya menyamput positif dan berperan sebagai pengelola villa.

Interior eropa klasik langsung terasa saat masuk ke dalam villa. Sofa- sofa besar dengan busa empuk menjadi interior di ruang tamu dan ruang tamu informal yang berada di lantai satu.

Kedua ruangan terletak berdekatan, satu ruang berada di kanan pintu masuk dan satu ruangan lagi berada di kiri pintu masuk. Warna kuning dan emas mendominasi dua furnitur utama tersebut.

Tepat dibelakang ruang tamu formal terdapat ruang makan dengan meja makan untuk delapan kursi. Ruang makan tersebut terasa elegan dengan hiasan lampu kristal, karpet merah, gorden penuh rumbai serta foto keluarga yang terkesan formal.

Di belakangnya, ada ruang makan Yang lebih kecil yang biasa digunakan untuk sarapan saat menginap di villa. Sementara, di ruang paling belakang, terdapat ruang keluarga yang dipenuhi dengan sofa dan tempat duduk.

Para anggota keluarga dapat berkumpul sembari nonton televisi maupun karaoke. Selain itu, banyak jendela terbuka lebar tanpa tralis di ruangan tersebut.

Untuk kamar berada di lantai dua. Kamar tersebut terdiri kamar utama milik tuan dan nyonya rumah serta ketiga kamar putra putrinya. Semua kamar di desain dengan kemegahan eropa klasik lengkap dengan gorden jendela tinggi penuh tirai.

Selain tempat tidur, setiap kamar memiliki sofa santai yang ditempatkan menghadap jendela. Sehingga sembari duduk-duduk, penghuni dapat menikmati angin alam yang berhembus perlahan dan sejuk. Udara alam menjadi keistimewaan sehingga semua bagian rumah tidak menggunakan mesin penyejuk.

Kamar utama memiliki sedikit perbedaan lantara di bagian tempat tidur ditutup dengan dinding setengah badan. Rupanya, dinding tersebut digunakan untuk menghalau angin yang datang dari jendela.

Mengingat tuan rumah sudah berusia lanjut sehingga mereka mudah terkena masuk angin. Selain itu di kamar ini, tuan rumah membuat kamar mandi dengan interior marmer dari Italia. Kamar mandi yang dilengkapi dengan bath up dan shower makin menambah elegan ruangan.

Rasa tradisional muncul melalui dinding yang hampir semuanya dilapisi dengan kayu jati. Kayu membuat ruangan menjadi lebih hangat.

Di sisi lain, kayu digunakan untuk interior langit-langit, lampu, kusen (pintu dan Jendela) maupun pemisah antara ruangan. Sebagian elemen kayu dihiasi dengan ukiran-ukiran hasil karya pengrajin yang biasa digunakan mantan Presiden Soeharto. Selain itu, kayu digunakan sebagai penutup lantai mulai dari lantai satu hingga lantai dua. din/E-6

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment