Koran Jakarta | November 12 2019
1 Comment

Sentimen Perang Dagang Masih Dominan

Sentimen Perang Dagang Masih Dominan

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Kinerja rupiah terfluktuasi sepanjang pekan ini karena dipengaruhi pasang surut hubungan dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok. Meski demiki­an, secara keseluruhan, nilai tukar rupiah hingga, Kamis (7/11), cenderung terapresiasi dan berlanjut hingga akhir pekan ini.

Pergerakan rupiah menguat dalam dua hari awal pekan ini secara berurutan sebesar 25 poin dan 47 poin sebelum terdepresiasi pada Rabu (6/11) sebesar 47 poin. Namun, ni­lai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Kamis (7/11) sore, menguat 20 poin dari sehari sebelumnya menjadi 13.995 rupiah per dollar AS seiring meningkatnya cadangan devisa Indonesia periode Oktober 2019.

Di akhir pekan, pergerakan kurs rupiah terhadap dollar AS diperkirakan terapresiasi. Menguatnya kepercayaan pe­laku pasar terhadap penandatangan perjanjian dagang fase 1 antara AS dan Tiongkok masih menjadi sentimen ekster­nal bagi pergerakan rupiah ke zona positif.

Kepala Riset dan Analisis Monex Investindo Futures Ariston Tjendra memprediksikan kurs rupiah terhadap dol­lar AS, hari ini (8/11), berada di kisaran 13.950 -14.050 ru­piah per dollar AS.

Ariston mengatakan sentimen positif dari perjanjian da­gang antara AS dan Tiongkok masih menjadi faktor utama penguatan rupiah terhadap dollar AS. Menurutnya, senti­men negatif ini didorong oleh pernyataan Tiongkok yang memberikan lampu hijau terjadinya kesepakatan antara kedua belah pihak.

“Kementrian Perdagangan Tiongkok memberi kabar bahwa AS dan Tiongkok telah menyepakati akan mengha­pus tarif impor masing-masing,” ujar Ariston, Jakarta, Kamis (8/11).

uyo/E-10

Klik untuk print artikel

View Comments

asmiranda
Minggu 10/11/2019 | 05:10
bagi-bagi bonus setiap hari....pasti kamu pingin dapetin bonus juga kaaaann??? segera ke dupa88 and JOIN NOW.

Submit a Comment