Koran Jakarta | September 24 2019
No Comments
Data Kependudukan

Sensus Penduduk Momen Hadapi Bonus Demografi

Sensus Penduduk Momen Hadapi Bonus Demografi

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font

YOGYAKARTA – Sensus Pen­duduk (SP) 2020 dapat dijadi­kan langkah awal mempersiap­kan generasi maju bagi bangsa Indonesia ke depan. Sebab, pelaksanaan sensus pendu­duk memang bertujuan mem­perbarui data kependudukan secara menyeluruh tentang jumlah, komposisi, distribusi, dan karakteristik penduduk In­donesia.

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, menga­takan hal tersebut saat pem­bukaan Rapat Teknis Nasio­nal (Rateknas) Kepala BPS Kabupaten/Kota 2019, di Yogyakarta pada Selasa (10/09).

Menurut Sultan, SP 2020 menjadi momen penting ka­rena pada 2030–2040 Indone­sia diprediksi akan mengalami masa bonus demografi. “Di masa itu nanti, usia produktif Indonesia mencapai 64 persen dari total jumlah penduduk yang diproyeksikan mencapai 290 juta jiwa. SP 2020 ini juga menjadi jalan agar Indonesia bisa memetik manfaat mak­simal dari bonus demografi,” ujar Sri Sultan.

Menurut Sri Sultan, keter­sediaan sumber daya manusia yang melimpah juga harus di­imbangi dengan peningkatan kualitas kompetensinya. Hal ini untuk menghadapi keter­bukaan pasar tenaga kerja. Un­tuk DIY, bonus demografi telah tercapai pada 2015 lalu, meski saat itu Kabupaten Kulon Progo dan Gunungkidul belum mem­galami bonus demografi.

Sri Sultan optimistis bahwa pada tahun 2018, semua wi­layah DIY mengalami bonus demografi, yakni Kulon Progo sebesar 66,99 persen, Bantul 69,10 persen, Gunungkidul 67,19 persen, Sleman 68,84 persen, dan Kota Yogyakarta 71,06 persen.

DIY, lanjutnya, dengan jum­lah penduduk 3.631.015 jiwa, rerata generasi muda menca­pai 68,5 persen. “Jumlah pen­duduk usia produktif yang me­limpah ini harus didorong agar mampu memggeliatkan roda perekonomian, serta mesin penggerak pertumbuhan eko­nomi. Jangan sebaliknya, mela­hirkan generasi tidak kom­peten karena miskin kreativitas dan inovasi. Generasi produktif adalah modal bagi kita menuju Indonesia Emas 2045,” pa­parya.

Menghadapi SP 2020, Sri Sultan pun memberikan ma­sukan agar sebaiknya jajaran BPS mengawalinya dengan upaya menyamakan persepsi langkah dan strategi di seluruh daerah. Untuk menyamakan persepsi, Rateknas dinilai men­jadi forum yang tepat.

“Dalam hal ini, Pemda DIY beserta Pemerintah Kabupa­ten/Kota siap bersinergi dan berpartisipasi dalam SP 2020 menuju data kependudukan yang lebih baik lagi,” tegas Sri Sultan.

Sistem Baru

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia, Su­hariyanto, mengatakan, pada sensus penduduk 2020 akan diberlakukan sistem pendataan baru yakni metode kombinasi. Jika sebelumnya metode kon­vensional yang digunakan BPS, maka untuk SP 2020 dikombi­nasikan dengan metode online.

“Untuk daerah yang dapat dijangkau jaringan internet, akan kami berlakukan sensus online sebagai bentuk sinergi pihak pendata dan penduduk yang didata. Selebihnya, dae­rah yang belum bisa dijangkau internet akan kami data secara konvensional,” jelasnya. YK/E-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment