Koran Jakarta | October 16 2018
No Comments
SAINSTEK

Sensor Mini untuk Mengontrol Segala Perangkat

Sensor Mini untuk Mengontrol Segala Perangkat

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font

Beberapa perangkat aksesoris seperti “Apple Watch” versi terbaru, memiliki kekurangan yakni ukuran layar yang kecil yang membuat perangkat ini sulit untuk digunakan.

Ilmuwan komputer di University Saarland kini telah mengembangkan sebuah alternatif, yang mereka sebut “DeformWear, yakni sebuah saklar kecil, berukuran tidak lebih besar dari sebuah pin yang dirancang menjadi sebuah cincin dan dipakai. Perangkat dapat bekerja ke segala arah arah, ditekan, dan didorong ke arah kanan, kiri, atas, dan bawah.

“Dengan perangkat mobile seperti smartwatch, layar interaktif sangat kecil sehingga hanya beberapa perintah yang dapat dikontrol dengan sentuhan individual,” jelas Jürgen Steimle, profesor interaksi manusia-komputer di University Saarland. Dengan kelompok risetnya di Cluster of Excellence “Multimodal Computing and Interaction,” dia mencari cara baru untuk mengoperasikan perangkat mobile kecil yang dapat dipakai.

Dalam sebuah proyek penelitian sebelumnya, Steimle, bersama rekannya Martin Weigel, sudah menunjukkan bahwa kulit manusia juga bisa bekerja sebagai alat input. “Kami menemukan bahwa peserta penelitian kami tidak hanya menggunakan gerakan ponsel cerdas yang sudah dikenal di kulit mereka, tapi juga mendorongnya ke samping atau bahkan mencubitnya dengan dua jari, untuk mengendalikan perangkat mobile,” Martin Weigel melaporkan.

Penelitian lebih lanjut membuat sensor yang sebenarnya dimaksudkan untuk membuat tangan robot menjadi lebih sensitif. “Meskipun sensor dikembangkan untuk robotika, kami menemukan faktor bentuknya yang kecil, menjanjikan untuk perangkat seluler yang dipakai di tubuh,” jelas Weigel.

Faktor bentuknya yang kecil, dalam hal ini, menggambarkan sensor yang berdiameter hanya 10 milimeter - kira-kira seukuran kacang polong. Dari dalam, dioda memancarkan cahaya infra merah menerangi membran yang dapat berubah bentuk. Cahaya kemudin dipantulkan, dan diukur dengan empat foto dioda.

Pengukuran ini kemudian dapat digunakan untuk menghitung bagaimana sensor mana yang mengalami kecacatan. Untuk menguji ide mereka, para peneliti mengintegrasikan sensor ini ke dalam sebuah cincin, gelang yang berukuran kecil. Tantangannya adalah mengembangkan gerak tubuh dan menggunakannya untuk mengendalikan perangkat mobile. Para peneliti melakukan ini untuk smartwatch dan kacamata virtual reality.

Mereka juga mendefinisikan urutan gerakan untuk mengendalikan televisi dan bermain musik tanpa harus melihat perangkat. Ilmuwan komputer Saarbrücken kemudian memilih 24 orang untuk tes ini sebanyak 18.141 kali. Hasilnya jelas. “Meskipun permukaannya kecil, interaksinya tepat dan ekspresif, karena mereka menggunakan kontrol motorik halus dari ujung jari menekan, mendorong, dan mencubit,” kata Weigel.

Profesor Jürgen Steimle yakin bahwa bila hanya sebuah sensor kecil yang perlu diubah untuk input, perangkat mobile dapat dipakai di tempat-tempat di tubuh yang memungkinkan masukan yang cepat dan tersembunyi. Ini akan membantu industri untuk membawa perangkat kontrol yang lebih kecil ke pasar. 

 

nik/berbagai sumber/E-6

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment