Koran Jakarta | October 20 2019
No Comments
Pelestarian Lingkungan

Semua Pihak Harus Berkomitmen Tangani sampah

Semua Pihak Harus Berkomitmen Tangani sampah

Foto : istimewa
Kurangi Beban - Peluncuran program gerakan nasional pilah sampah dari rumah, di Gelora Bung Karno Senayan Jakarta, baru-baru ini. Pengelolaan sampah di sumbernya menjadi sangat penting untuk mengurangi beban pengelolaan di hilir.
A   A   A   Pengaturan Font

 

 JAKARTA - Perlu ada komit­men kuat dengan tindakan dan perbuatan nyata dengan meng­ubah pola pikir, gaya hidup, dan budaya dalam mengelola sampah untuk dapat menjaga keberlanjutan kehidupan. Pen­gelolaan sampah di sumbernya menjadi sangat penting untuk mengurangi beban pengelo­laan di hilir.

“Kita dapat memulai dengan hal-hal sederhana, untuk me­lindungi bumi dari kerusakan akibat pengelolaan sampah yang tidak benar dalam kehidu­pan kita sehari-hari. Pilahlah sampah mulai dari rumah ma­sing-masing,” kata Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, dan B3 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehu­tanan (KLHK), Rosa Vivien Rat­nawati, di Jakarta, Selasa (8/10).

Untuk itu, tambah Vivien, perlu ada euforia revolusi mental pengelolaan sampah dengan mengubah perilaku ti­dak menggantungkan kepada petugas kebersihan dan pe­mulung. Semua pihak mesti mengambil tanggung jawab untuk menjaga kebersihan mu­lai dari diri sendiri, mulai dari rumah sendiri dengan mene­rapkan prinsip mengurangi, menggunakan kembali, dan mendaur ulang sampah (Prin­sip 3R: reduce, reuse, dan recy­cle) di tempat masing-masing.

Sangat Penting

Dalam kaitan ini, Vivien me­ngatakan perlunya komitmen yang kuat baik dari pemerintah, dunia usaha, masyarakat, dan komunitas. Peran pemerintah daerah dan dunia usaha untuk mendukung gerakan ini men­jadi sangat penting.

“Pemerintah daerah di­imbau dapat menyediakan pengangkutan terpilah atau terjadwal untuk sampah yang dapat dikompos, didaur ulang maupun residu. Sementara itu dunia usaha sudah mu­lai mendesain kemasan yang dapat didaur ulang dan tidak terbuang ke TPA maupun ling­kungan,” ujar Vivien.

Seperti diketahui KLHK te­lah meluncurkan program ge­rakan nasional pilah sampah dari rumah pada 15 Septem­ber 2019 di Gelora Bung Karno Senayan Jakarta, yang diikuti sekitar 1.000 peserta yang be­rasal dari sejumlah Kemente­rian dan Lembaga, organisasi masyarakat, komunitas, dan masyarakat umum.

Kampanye gerakan nasional pilah sampah dari rumah juga telah diselenggarakan di Bi­tung, Sulawesi Utara pada 21 September 2019. Acara yang dihadiri Wali Kota Bitung serta aneka komponen masyarakat di wilayah ini, mereka tampak antusias menyambutnya. Seki­tar 2.500 orang memenuhi ar­eal car free day Kota Bitung.

Selanjutnya pada 6 Okto­ber 2019 giliran Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), menjadi tuan rumah kampa­nye pilah sampah dari rumah. Wakil Gubernur NTB menyam­but baik kampanye ini, seka­ligus sebagai pendorong bagi suksesnya program zero waste NTB yang sedang gencar dilak­sanakan.

sur/N-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment