Koran Jakarta | December 17 2017
No Comments
Suara Daerah

Semarang Gratiskan Siswa Tak Mampu di Sekolah Swasta

Semarang Gratiskan Siswa Tak Mampu di Sekolah Swasta

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Pemerintah Kota (Pem­kot) Semarang, Jawa Tengah, menempatkan sektor pendidikan dan kese­hatan menjadi program priori­tas utama. Hal itu diwujudkan dengan menggratiskan biaya pengobatan dan biaya sekolah bagi warga Kota Semarang. Di bidang pendidikan, Pemkot Semarang sedang merintis program sekolah gratis bagi siswa-siswi yang tidak mampu.

Sekolah gratis ini untuk pelajar tidak mampu di tingkat sekolah dasar (SD) dan seko­lah menengah pertama (SMP) swasta yang berada di bawah Dinas Pendidikan Kota Sema­rang. Segera disusun anggaran bagi program sekolah gratis SD dan SLTP swasta ini. Rintisan program sekolah gratis bagi SD dan SLTP di Kota Semarang akan dimulai pada tahun 2018.

Untuk mengetahui lebih lanjut program sekolah gratis untuk sekolah swasta di Kota Semarang, wartawan Koran Jakarta, Henri Pelupessy, berkesempatan mewawan­carai Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, di Semarang, baru-baru ini. Berikut petikan selengkapnya.

Pada 2018 mendatang, Pemkot Semarang akan menggratiskan biaya seko­lah SD dan SMP swasta. Apa dasar rencana tersebut?

Sesuai dengan keten­tuan UU Nomor 24 Tahun 2014 tentang Pemindahan Kewenangan Penyelenggaraan Pendidikan Menengah dari Pe­merintah Kabupaten/Kota ke Pemerintah Provinsi. Dengan dasar ini, anggaran yang sebe­lumnya diperuntukkan bagi SMA dan SMK akan dialihkan ke sekolah SD dan SMP yang ada di bawah koordinasi Kota Semarang.

Dana tersebut bisa diguna­kan untuk biaya operasional siswa?

Bukan hanya bantuan biaya pendidikan dalam bentuk bea­siswa saja terhadap siswa yang berprestasi di sekolah swasta. Namun, juga sekaligus biaya operasional bagi siswa di seko­lah swasta tersebut. Tidak ha­nya beasiswa, ditambah untuk operasional.

Konsepnya, Pemkot Semarang akan menambah biaya operasional per siswa bagi sekolah swasta yang tidak mampu. Dana yang disebut­nya sebagai dana pendamping BOS ini akan turun setiap tahunnya ke sekolah diperun­tukkan masing-masing siswa, terutama bagi siswa yang bersekolah di sekolah swasta yang tidak mampu tersebut.

Apa perbedaan biaya sekolah yang sudah gratis seperti di SD-SMP Negeri de­ngan swasta?

Jadi intinya, program seko­lah gratis tidak hanya diber­lakukan bagi siswa dan siswi yang duduk di bangku SD maupun SMP Negeri di Kota Semarang. Namun, ke depan harus bisa diterapkan di se­kolah gratis untuk siswa-siswi yang duduk di bangku SD sampai SMP swasta. Anggaran kami siapkan di Dinas Pendi­dikan.

Apakah sudah ada yang diterap­kan program sekolah gratis untuk siswa tak mampu di seko­lah swasta?

Meskipun direncanakan tahun de­pan, pada ak­hir tahun 2017 ini akan ada sekolah swasta yang menggrat­iskan kepada siswanya yang tidak mampu untuk berseko­lah dan mengenyam pendidik­an yang layak. Harapan kami, lewat anggaran akan dilun­curkan ke sekolah-sekolah swasta, beberapa sekolah akan menggratiskan siswanya. Tapi, mudah-mudahan tahun ini ada sekolah swasta yang bisa menggratiskan.

Sektor pendidikan dan kesehatan menjadi pro­gram prioritas utama Anda membangun Kota Semarang?

Program SD sampai SMP gratis ini merupakan salah satu realisasi pro­gram prioritas Pem­kot Semarang dan program pemerintah pusat yaitu mengutama­kan program kesehat­an dan pendidik­an. Pasti harapannya di Semarang, zero anak tidak sekolah. Dengan begitu, di Kota Semarang di­harapkan tidak ada lagi warganya yang tidak bisa menik­mati pendidikan yang layak.

Jadi, sete­lah kesehat­an kami sentuh, saya juga minta Kepala Dinas Pendidik­an untuk menyentuh sektor pendidikan. Hari ini gimana caranya tidak ada anak di Kota Semarang yang tidak bisa se­kolah karena persoalan biaya. Jadi, semuanya sudah mulai dari Dinas Pendidikan dan in­sya Allah dari tahun ke tahun akan kami sempurnakan. Ya karena saya rasa itu hal yang mendasar di Kota Semarang dan di Indonesia adalah per­soalan kesehatan dan pendi­dikan.

Untuk program kesehatan seperti apa?

Orang sehat kemudian dia bisa memperoleh pendidikan yang layak, dia akan mempu­nyai kesempatan untuk ber­kembang, lancar, dan sukses. Setelah warga Kota Semarang bisa sehat, semua dengan pro­gram universal health coverage dengan program pelayanan kesehatan gratis, warga Kota Semarang bisa menikmati pendidikan.

Siapa saja yang dapat berobat gratis dengan adanya program universal health coverage?

Yang perlu digarisbawahi ini untuk seluruh masyara­kat Kota Semarang, jadi tidak terbatas hanya untuk warga miskin saja. n N-3

 

Tags
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment