Koran Jakarta | June 27 2019
No Comments
Peringatan Harkitnas

Semangat Kebangsaan Harus Terus Dirawat

Semangat Kebangsaan Harus Terus Dirawat

Foto : ISTIMEWA
Hasto Kristiyanto
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Sekjen DPP PDI Perjuangan meyakini, bila KPU menetapkan Jokowi-KH Ma’ruf Amin untuk memimpin Indonesia periode 2019-2024, maka kepemimpinan mereka akan mengambil semangat kebangkitan nasional yang merupakan awal dari pergerakan Indonesia menuju kemerdekaan.

Itu disampaikan Hasto Kristiyanto, saat membuka Mimbar Kebangsaan dalam rangka Kebangkitan Nasional bertema “Bung Karno, Kebangkitan Nasional, dan Merawat Semangat Kebangsaan”. Acara dilaksanakan di kantor pusat partai di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Senin (20/5). Acara itu dihadiri oleh politikus PDIP Budiman Sudjatmiko dan Pakar Politik Airlangga Pribadi yang bertindak sebagai pembicara utama di acara itu. Hadir juga Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Hasto mengatakan, momentum perayaan Hari Kebangkitan Nasional, adalah peringatan atas upaya para pendahulu bangsa dalam membangkitkan kesadaran rakyat Indonesia untuk melawan penjajahan.

“Ini awalnya dipelopori orang pintar saat itu, membangkitkan semangat bahwa kita satu bangsa, satu bahasa, satu tanah air, dalam persaudaraan nasional,” kata Hasto.

Semangat ini yang terus menjadi landasan perjuangan hingga memerdekakan Indonesia lewat Proklamasi tahun 1945. Hasto menyatakan, semangat kebangkitan nasional itu menjadi kontekstual dalam menunjukkan bagaimana panjangnya sejarah perjuangan kemerdekaan, di tengah situasi jelang pengumuman hasil pemilu 2019 pada 22 Mei. Bahwa ketika rakyat sudah bersatu dan mendukung maka takkan ada yang bisa menghadang.

Sementara itu, pakar politik dari Universitas Airlangga (Unair) Airlangga Pribadi menjelaskan, peringatan Kebangkitan Nasional adalah sejarah bangsa dimana kalangan intelejensia nasional memberikan kesadaran sosial soal pentingnya pendidikan dan kemerdekaan. Muncul juga gerakan kesadaran nasional dari level masyarakat priyayi akan pentingnya memerdekakan Indonesia.

“Inilah penentu awal kesadaran tentang Indonesia,” imbuh Airlangga.

Proklamator RI Bung Karno berperan melanjutkan api semangat kebangkitan nasional lewat upaya menghidupkan serta menyatukan lagi gerakan kelompok-kelompok nasional Islam dan Buruh. Pada saat itu, selain turunnya pamor, gerakan itu juga sedang berusaha dihancurkan oleh penjajah.

Ia menjelaskan, sosok Bung Karno muncul dengan pidato ‘Nasionalisme, Islamisme, dan Marxisme, yang memberi garis tebal terhadap pentingnya kebangkitan nasional awal yang sudah dikerjakan. Bung Karno menurutnya, berhasil mengangkat ketidakpuasan kaum muda intelejensia yang tertindas dan terpinggirkan. rag/AR-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment