Koran Jakarta | May 30 2017
No Comments
Kewirausahaan Nasional

Seluruh “Stakeholder” Dilibatkan dalam Program GKN

Seluruh “Stakeholder” Dilibatkan dalam Program GKN

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

DENPASAR – Dalam upaya menumbuhkan dan mengembangkan kewirausahaan nasional, pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM akan terus melaksanakan program Gerakan Kewirausahaan Nasional (GKN) dengan melibatkan seluruh stakeholder baik di pusat maupun daerah. Tahun ini, GKN mengangkat tema Wirausaha Tangguh, Inovatif, dan Peduli.


Demikian dikatakan Menteri Koperasi dan UKM, AAGN Puspayoga dalam acara “Peningkatan Kapasitas SDM KUKM dan Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Kementerian Koperasi dan UKM dengan Universitas Warmadewa, di Denpasar, Bali, Jumat (19/5).


Puspayoga menjelaskan yang dimaksud wirausaha tangguh yakni, terampil dan andal dalam menjalankan usahanya agar dapat berkembang lebih baik lagi, atau naik kelas.

Sementara inovatif berarti gigih dalam menciptakan hal baru dan mencari solusi pada setiap persoalan yang dihadapi. Sedangkan yang dimaksud peduli, selain sebagai wirausaha yang mencari keuntungan, juga berbagi dengan lingkungan sosialnya atau biasa disebut social entrepreneur.


“Karena itu acara ini (MoU) saya nilai penting dan sangat strategis, terutama untuk terus menumbuhkan spirit kewirausahaan di Tanah Air. Ini sangat penting bagi kita semua, terutama dalam menyongsong dan memasuki era baru dalam komunitas masyarakat ASEAN (MEA) sebagai pasar tunggal dan tempat berproduksi,” ungkap Puspayoga.


Berdasarkan data sensus ekonomi BPS tahun 2016, dengan jumlah penduduk Indonesia sebanyak 252 juta orang, terdapat wirauaha sebanyak 7,8 juta orang, atau 3,10 persen dari jumlah penduduk. Ditargetkan hingga akhir tahun ini jumlah wirausaha di Tanah Air mencapai 4 persen dari jumlah penduduk.


Deputi bidang Pengembangan SDM Kementerian Koperasi dan UKM, Prakoso Budi Susetyo menambahkan untuk mencapai target tersebut berbagai langkah dilakukan, di antaranya melalui pelatihan kewirausahaan di kampus Universitas Warmadewa ini.


Pelatihan ini mencakup, pemasyarakatan kewirausahaan, pelatihan technopreneur bagi wirausaha pemula, pelatihan kewirausahaan melalui Gerakan Kewirausahaan Nasional bagi petani dan nelayan, pelatihan jatidiri koperasi, pelatihan managemen SDM KUKM berbasis kompetensi bagi juru buku koperasi, dan pelatihan manajemen SDM KUKM berbasis kompetensi bagi pengelola koperasi (kasir).


Prakoso mengatakan pelatihan tersebut merupakan sinergitas antara Universitas Warmadewa dan Kementerian Koperasi dan UKM. Dipilihnya Unversitas Warmadewa, karena kampus ini telah memiliki inkubator bisnis, koperasi, baik koperasi karyawan maupun koperasi mahasiswa, dan telah melakukan pelatihan kewiarausahaan di kampusnya. Dengan demikian, kerja sama lebih mudah berjalan dengan baik.


1.000 Wirausaha


Sementara itu, Rektor Universitas Warmadewa, Dewa Putu Widjana mengatakan bahwa kerja sama dengan Kementerian Koperasi dan UKM tersebut sejalan dengan program kampus yang ia pimpin. Universitas Warmadewa telah mencanangkan mencetak 1.000 wirausaha baru.


Saat ini, kata dia, dari sekitar 100 mahasiswa yang pernah mengikuti pelatihan kewirausahaan, sebanyak 80 mahasiswa telah menjadi wirausaha, meskipun tingkatannya masih pemula.

Diharapkan melalui kerja sama dengan Kemenkop dan UKM ini, akan semakin banyak mahasiswa yang tertarik untuk berwirausaha. “Saya sangat senang dengan kerja sama ini,” kata dia. sdk/N-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment