Koran Jakarta | December 15 2017
No Comments
Suara daerah

Selamatkan Ekonomi Riau dengan Pariwisata

Selamatkan Ekonomi Riau dengan Pariwisata

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Akibat bergantung pada komoditas minyak dan gas (Migas) serta perkebunan yang harga komoditas dari kedua sektor itu terus turun, sejak 2015, Riau mengalami keterlambatan ekonomi. Untuk mengatasinya, Provinsi Riau mencoba mengaktifkan sektor pariwisata agar dapat menyelamatkan perekonomian daerah tersebut. Untuk mengetahui upaya yang dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau, wartawan Koran Jakarta, Muhammad Zaki Alatas berkesempatan mewawancarai Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman, pada acara launching “Calendar of Event Riau 2017”, di Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Jakarta, baru-baru ini.

Apakah sektor Migas dan perkebunan sudah tidak menguntungkan lagi? Kami tidak pungkiri bahwa harga komoditas dari kedua sektor itu terus turun. Pertumbuhan ekonomi 1,20 persen 2016. Pada tahun ini, menurut saya, tiga persen juga susah.

Lalu, apa yang akan dilakukan? Saat ini, kami berusaha mengaktifkan kembali sektor pariwisata. Kami akan berusaha agar pariwisata bisa menyelamatkan perekonomian Riau.

Potensi apa saja yang akan dimanfaatkan? Kami akan memanfaatkan potensi wisata budaya dan alam Riau secara maksimal. Potensi wisata dari empat sungai besar di Riau, yakni Sungai Rikan, Siak, Indragiri, dan Kampar diyakini bisa mendongkrak pariwisata Bumi Lancang Kuning.

Hanya itu? Tentu tidak. Kami mempunyai potensi wisata yang kami andalkan, yaitu Bono. Pemerintah telah menetapkan Bono sebagai ikon budaya Riau. Wisata ini menarik sebab di dunia ini wisata selancar di sungai itu hanya ada dua, yakni di Sungai Amazon, Brasil, dan di Kampar ini. Maka Bono dijadikan ikon wisata Riau.

Bagaimana dengan target wisatawan? Pemprov Riau bertekad meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman). Menurut perhitungan Pemprov, jumlah kunjungan 100.000 Wisman tahun ini.

Lalu, target jangka panjang? Kami akan terus wujudkan mimpi kita agar pada 2020 Riau menjadi pusat kebudayaan melayu. Ini target jangka panjang kami. Lalu, dukungan dari Kemenpar bagaimana? Iya, untuk menggerakkan sektor ini, kami mendapat suport penuh dari Kemenpar. Dukungan tersebut, antara lain dalam mewujudkan “Calendar of Event Riau 2017” dengan tagline “Riau Menyapa Dunia”. N-3

Tags
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment