Koran Jakarta | December 16 2018
No Comments
Pendidikan Nasional

Sekolah Swasta di Jatim Akan Dievaluasi

Sekolah Swasta di Jatim Akan Dievaluasi

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font

SURABAYA - Dewan Pen­didikan Kota Surabaya akan mengevaluasi adanya bebe­rapa sekolah swasta di Jawa Timur yang tiap tahun meng­alami kekurangan siswa.

Ketua Dewan Pendidik­an Kota Surabaya Martadi, di Surabaya, Minggu (19/8), me­ngatakan ada beberapa aspek yang belum terpenuhi men­jadi penyebab sebuah lemba­ga pendidikan swasta itu ke­kurangan siswa seperti letak sekolah yang kurang strategis, zonasi tempat, pelayanan pen­didikan, dan lokasi sekolah yang tidak ditopang dengan anak seusia itu.

“Ada fenomena di Surabaya, beberapa sekolah yang biaya masuknya siswa gratis. Tetapi, ada beberapa sekolah yang biaya masuknya lebih mahal,” katanya.

Dia mencontohkan ada sa­lah satu sekolah dasar yang siswanya tiap tahun menurun meskipun lokasinya strategis karena berada di pusat kota atau tepatnya di depan Gedung Negara Grahadi Jalan Guber­nur Suryo. “Ini sekolah bagus, tapi setiap tahun siswanya menurun. Ini karena di seki­tar Grahadi tidak ada sekolah menengah pertama,” ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, adanya tren orang tua di Surabaya me­nyekolah anaknya ke boarding school (sekolah dengan tinggal di asrama) seperti yang ada di Sidoarjo, Malang, dan Pasuruan.

“Ada juga sejumlah sekolah swasta yang tiap tahun jum­lah siswanya bertambah. Arti­nya, ini kepercayaan orang tua terhadap sekolah itu tinggi,” ujarnya.

Menurut dia, orang tua za­man sekarang lebih mengeta­hui mana sekolah swasta yang bermutu dan berkualitas buat anaknya. “Makanya, sekolah yang tidak bermutu akan diting­gal orang tua siswa,” katanya.

Untuk itu, lanjut dia, yang perlu dilakukan oleh pemerin­tah memperbaiki kualitas seko­lah negeri dan swasta, baik dari segi sarana dan prasarana, mau­pun pelayanan pendidikan.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Ba­pekko) Surabaya, Eri Cahyadi, sebelumnya mengatakan pi­haknya akan mengevaluasi ada­nya sejumlah sekolah swasta di Surabaya yang mengalami ke­kurangan siswa, baik dari segi sarana prasarana maupun pe­layanan pendidikan.

“Kita lihat dari sisi pe­layanannya. Kalau sekolah itu pelayanannya baik, insya Allah pasti banyak siswanya. Harus­nya pihak sekolah swasta me­mahami itu,” katanya.

Untuk itu, lanjut dia, salah satu program Pemkot Sura­baya pada 2019 adalah seluruh sekolah baik itu SD maupun SMP harus tersentuh dengan pembangunan. Salah satunya merehabilitasi dan menambah jumlah kelas serta perbaikan kamar mandi atau pengecatan. “Kami memiliki anggaran fisik maupun pelayanan di sekolah,” pungkasnya. SB/E-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment