Koran Jakarta | August 19 2018
No Comments
Peringatan Sejarah

Sekjen PBB Khawatirkan Ancaman Perang Nuklir

Sekjen PBB Khawatirkan Ancaman Perang Nuklir

Foto : AFP/JIJI PRESS
Doa untuk Korban l Seorang perempuan berdoa bagi korban tewas akibat serangan bom atom pada peringatan 73 tahun dijatuhkannya bom atom di Kota Nagasaki di Taman Tugu Perdamaian di Nagasaki, Kamis (9/8) pagi. Dalam serangan bom atom di Nagasaki pada 9 Agustus 1945, mengakibatkan sekitar 74 ribu orang tewas.
A   A   A   Pengaturan Font

TOKYO – Dalam pidato untuk memperingati dijatuhkannya bom atom di Kota Nagasaki, Jepang, pada 9 Agustus 1945, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, Antonio Guterres, menyatakan kekhawatiran akan terjadinya perang nuklir ditengah kondisi semakin banyaknya negara yang terus berlomba untuk meningkatkan persenjataan nuklir.

“Jutaan warga dunia hidup dalam ketakutan atas terjadinya perang nuklir. Masih ada bayangan menakutkan pembinasaan massal yang tak pernah terpikirkan,” pidato Sekjen Guterres di Taman Tugu Perdamaian di Nagasaki, Kamis (9/8).

Kehadiran Guterres amat istimewa karena belum pernah seorang Sekjen PBB yang mau menghadiri upacara penghormatan terhadap korban yang tewas dalam serangan bom atom di Nagasaki pada 73 tahun lalu. Sekjen Guterres merupakan yang pertama mau hadir.

“Negara-negara pemilik senjata nuklir telah meneggelontorkan banyak uang untuk melakukan modernisasi persenjataan mereka, sementara proses perlucutan semakin lambat bahkan terkadang tertunda,” ungkap Guterres. “Ada hal mendesak bagi perlucutan atas segala bentuk persenjataan, namun yang terpenting adalah perlucutan senjata nuklir,” imbuh Sekjen PBB itu.

Amerika Serikat merupakan negara satu-satunya yang menjatuhkan bom atom. Pada 6 Agustus 1945, bom atom AS dijatuhkan di Kota Hiroshima yang berakibat tewasnya sekitar 140 ribu orang. Angka kematian itu termasuk mereka yang selamat dalam ledakan bom atom, namun kemudian tewas akibat paparan radiasi yang amat parah.

Tiga hari berikutnya bom atom ke-2 AS dijatuhkan di Kota Nagasaki yang menyebabkan 74 ribu orang tewas.

Setelah dijatuhkannya dua bom atom itu, Jepang menyatakan kalah dalam Perang Dunia II dan menyerahkan diri pada 15 Agustus 1945.

 

Kekhawatiran Jepang

Dalam peringatan 73 tahun dijatuhkannya bom atom di Nagasaki, ribuan warga Jepang berduyun-duyun datang ke Taman Tugu Perdamaian di Nagasaki, untuk berdoa dan menyatakan bela sungkawa dihadapan patung perdamaian setinggi 10 meter.

Sekjen Guterres dan Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, pada kesempatan itu meletakkan karangan bunga untuk menghormati para korban, sementara para keluarga korban bom atom terlihat membawa ember air untuk disiramkan ke altar yang dibuat untuk mengenang para korban tewas dalam tragedi nuklir itu.

Peringatan dijatuhkannya bom atom Nagasaki digelar ditengah kekhawatiran ancaman serangan nuklir dari Korea Utara dan upaya Presiden AS, Donald Trump, untuk terus meningkatkan kapabilitas alutsista di negaranya.

Pada peringatan tahun lalu, Wali Kota Taue juga kembali menegaskan kecemasan ini dan menyatakan agar Kota Nagasaki jadi tempat terakhir yang mengalami serangan bom atom. 

 

AFP/I-1

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment