Sekjen PBB Desak Dunia Serius Tangani Darurat Iklim | Koran Jakarta
Koran Jakarta | December 9 2019
No Comments
KTT Perubahan Iklim

Sekjen PBB Desak Dunia Serius Tangani Darurat Iklim

Sekjen PBB Desak Dunia Serius Tangani Darurat Iklim

Foto : CRISTINA QUICLER/AFP
PEMBUKAAN KONFERENSI I Presiden COP25 Carolina Schmidt (tengah) dan para pemimpin adat menyalakan obor saat pembukaan Konferensi Perubahan Iklim PBB COP25 di Madrid, Selasa (3/12).
A   A   A   Pengaturan Font

MADRID – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa, António Guterres, mendesak para pe­mimpin dunia agar serius menangani darurat iklim (climate emergency) de­ngan menerapkan secara total sistem perekonomian dan model bisnis yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

“Yang kita butuhkan perubah­an transformatif menyeluruh, cepat, dan mendalam, khususnya dalam cara kita menjalani bisnis, bagai­mana kita membangun pembangkit energi, membangun kota, bagaimana kita berpindah, dan bagaimana kita menyuplai pangan untuk masyara­kat. Jika cara hidup yang sekarang ini tidak lekas diubah, kita membahaya­kan kehidupan itu sendiri,” kata Gut­teres saat membuka Konferensi PBB untuk Perubahan Iklim (COP) ke-25 di Madrid, Spanyol, Senin (2/12).

Menurut Gutteres, dunia saat ini menghadapi situasi darurat iklim yang ditandai dengan tingginya suhu permukaan bumi, pemanasan global, dan anomali cuaca.

Para pemimpin dunia memiliki dua pilihan, yaitu tetap bertahan pada cara-cara lama yang membiar­kan pemanasan global dan dampak perubahan iklim berlangsung kian parah atau mulai meninggalkan se­luruh kegiatan yang membahayakan keberlangsungan bumi.

“Pada akhir dasawarsa ini, kita akan dihadapkan pada dua pilihan. Perta­ma, jalan untuk menyerah, di mana kita telah melakukan banyak aktivitas yang membahayakan kesehatan dan keamanan penduduk planet ini. Apa­kah kita ingin dikenang sebagai gene­rasi yang mengubur kepalanya dalam pasir dan membiarkan planet ini ter­bakar? Pilihan lain adalah jalan menu­ju harapan. Jalan menuju cara hidup yang berkelanjutan,” ujar Gutteres.

Ia menambahkan cara hidup ber­kelanjutan itu salah satunya ditempuh dengan menjalankan misi “Bebas Kar­bon 2050” atau tidak ada lagi gas buang atau emisi karbon yang dihasilkan penduduk dunia pada tiga dasawarsa mendatang. “Hidup berkelanjutan di­tandai dengan bahan bakar fosil tetap di bawah tanah,” tambah Gutteres.

Peran Anak Muda

Sekjen PBB juga menyinggung pe­ran aktif anak muda di berbagai nega­ra yang menuntut para pemimpin du­nia segera membuat langkah konkrit mengatasi dampak perubahan iklim.

COP 25 di Madrid dihadiri Presi­den COP 25, Carolina Schmidt, yang juga menjabat Menteri Lingkungan Cile, Sekretaris Eksekutif Konvensi Kerangka Kerja Perubahan Iklim Per­serikatan Bangsa-Bangsa (UNFCCC), Patricia Espinosa, dan Perdana Men­teri Spanyol, Pedro Sánchez. COP 25 diadakan Pemerintah Cile yang didu­kung Pemerintah Spanyol.

Konferensi Madrid mendapat du­kungan pemimpin Kongres AS, Nancy Pelosi, yang datang dari Washing­ton untuk memastikan kepada dunia bahwa AS masih serius tentang per­ubahan iklim meskipun Presiden Do­nald Trump memutuskan untuk me­narik diri dari kesepakatan Perjanjian Paris 2015. AFP/ang/AR-2

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment