Koran Jakarta | July 19 2019
No Comments
JEDA

Sejumlah Tokoh di Yogya Dorong Indonesia Kembali ke UUD 1945

Sejumlah Tokoh di Yogya Dorong Indonesia Kembali ke UUD 1945

Foto : ISTIMEWA
Sri Sultan Hamengku Buwono X
A   A   A   Pengaturan Font

YOGYAKARTA – Setiap bangsa di dunia memiliki konstitusi yang sesuai dengan filosofi dan ideologi masing-masing. Meski dalam perjalananya suatu bangsa mengalami pasang surut akibat kondisi politik dan ekonomi, namun naskah asli dari sebuah konstitusi tersebut harus tetap dipertahankan. Kalaupun ada penyempurnaan, semestinya hanya kepada penjabaran dari konstitusi yang sudah ada.

Demikian beberapa hal yang mengemuka dalam diskusi bedah buku “Mengapa Kita Harus Kembali ke UUD 1945”, Rabu (13/3) di ruang Balai Senat UGM.

Diskusi yang diprakarasi oleh Dewan Guru Besar UGM dan Gerakan Kebangkitan Indonesia ini menghadirkan pembicara Sri Sulatan Hamengku Buwono X, anggota gerakan Kebangkitan Indonesia sekaligus salah satu pemrakarsa buku tersebut Taufiequrachman Ruky, Guru Besar Filsafat UGM Kaelan dan Guru Besar Ilmu Hukum UGM Sudjito.

Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan Pancasila sebagai dasar negara lahir dalam dinamika perjuangan kemerdekaan, ia bukan hanya dasar negara, namun lebih dari itu bagian dari jati diri bangsa yang mempresentasikan seluruh elemen bangsa. Menurut Sri Sultan perumusan sila-sila Pancasila tidaklah mudah karena Bung Karno dan kawan-kawan harus menghimpun masukan dari berbagai tokoh masyarakat. YK/AR-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment