Koran Jakarta | April 26 2019
No Comments
Instrumen Pembiayaan

Sejumlah Proyek di Maluku Dibiayai SBN

Sejumlah Proyek di Maluku Dibiayai SBN

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Jakarta  – Pemerintah menggunakan Surat Berharga Syariah Negara sebagai instrumen pembiayaan infrastruktur, Jembatan Leta Oar Ralan dan penataan kawasan Dermaga Tawiri serta Wainitu di Provinsi Maluku. Pembangunan tersebut diharapkan dapat mendorong perekonomian Maluku dan wilayah Indonesia Timur.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani berharap Jembatan Leta Oar Ralan di Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB), Provinsi Maluku yang telah diresmikan dapat meningkatkan akses perekonomian masyarakat. “Infrastruktur ini penting bagi masyarakat agar mendapat akses perekonomian yang lebih baik lagi,” ujar Menkeu,” tutur Menkeu di Saumlaki dalam keterangan resminya, Jumat (11/1).

Selanjutnya, Menkeu menyatakan komitmen dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk menyebarkan infrastruktur di Indonesia, sesuai dengan visi dan misi Presiden Joko Widodo untuk pembangunan yang merata di seluruh tanah air.

“Kita akan menggunakan instrumen fiskal untuk sungguh-sungguh membangun daerah kepulauan yang masih membutuhkan perhatian secara cepat,” kata Menkeu dalam sambutan peresmian Jembatan Leta Oar Ralan.

Sepeti diketahui, Jembatan Leta Oar Ralan merupakan proyek infrastruktur yang dibiayai SBSN atau Sukuk. Jembatan yang dulunya bernama Wear Arafura ini memiliki panjang sekitar 323 meter, dibangun dengan skema kontrak tahun jamak atau multi years contract pada tahun anggaran 2016-2018 dengan anggaran lebih dari 123 miliar rupiah.

Permudah Akses

Jembatan ini merupakan prasarana penghubung antara Pulau Yamdena dan Pulau Larat, yang digunakan oleh masyarakat kedua pulau untuk mendukung aktivitas sehari-hari dan kegiatan perekonomian di wilayah tersebut.

Pasokan hasil pertanian, perkebunan, dan perikanan dari Pulau Larat ke Yamdena semakin lancar dan dapat menekan biaya logistik, serta mendorong peningkatan aktivitas ekonomi. Selain itu, jembatan yang terhubung dengan jalan nasional ini akan mempermudah akses untuk menjangkau daerah pariwisata di Pulau Yamdena yakni Saumlaki dan pelabuhan di Pulau Larat. Manfaat lainnya, warga tidak perlu lagi menyeberang dengan kapal berbayar sehingga dapat menghemat biaya.

Selain Jembatan Leta Oar Ralan, pemerintah juga menggunakan SBN untuk membiayai penataan kawasan Dermaga Tawiri di Ambon, Maluku. Dermaga tersebut merupakan Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) yang dibangun sebagai tempat bersandar kapal-kapal perang tonase besar milik TNI AL.

Tak hanya itu, pemerintah juga meresmikan proyek revitalisasi pantai dan penataan Kawasan Wainitu. Menurut Menkeu, revitalisasi pantai dan penataan kawasan Wainitu penting untuk memperkuat perekonomian di kota Ambon. Proyek itu merupakan bentuk komitmen Pemerintah untuk membangun dari daerah pinggiran. Ant/E-10

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment