Koran Jakarta | November 12 2019
No Comments

Sehat dengan Pola Makan Sehari Sekali

Sehat dengan Pola Makan Sehari Sekali

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Judul : Diet Minmalis
Penulis : Yoshinori Nagumo
Penerbit : Qanita
Cetakan : Pertama, Mei 2019
Tebal : 184 halaman
ISBN : 978-602-402-139-9

Orang Indonesia dan Jepang memiliki kebiasaan makan tiga kali sehari. Namun, Yoshinori buku ini mengajak pembaca untuk mencoba menerapkan pola makan sekali sehari. Pola ini memiliki banyak sekali manfaat dan membuat tubuh lebih sehat. Sebaliknya, makan secara berlebihan, membuat tubuh rentan diserang penyakit.

Penyakit kanker, jantung, stroke, dan diabetes melitus penyebab kematian tertinggi negara mana pun. Penyebabnya terkait erat dengan pola makan buruk dan kegemukan akibat makan berlebihan. Karena itu, jika ingin memiliki tubuh sehat, terlihat muda dan memiliki kesehatan baik disarankan memperbaiki pola dengan makan sekali sehari.

Makan sekali bermanfaat meng­aktifkan gen sirtuin (panjang umur) untuk memperbaiki sel. Dalam sebuah penelitian dipaparkan, dalam keada­an lapar, gen sirtuin akan memeriksa kembali sekitar 50 triliun gen lain da­lam tubuh dan memperbaikinya bila ada kerusakan. Hal ini membuktikan, gen sirtuin turut berperan mengham­bat penuaan dan mengobati penyakit (hal 26).

Pola makan sekali juga bermanfaat mengurangi lemak viseral yang terda­pat pada organ dalam rongga perut. Kebiasaan makan berlebihan sudah pasti akan menimbun banyak sekali lemak viseral dalam tubuh, sehingga perut tampak menggelambir dan bun­cit. Keadaan itu sangat mengganggu dan membuat nyaman. Selain itu, lemak berlebih juga bisa mengakibat­kan berbagai penyakit. Maka, mene­rapkan pola maka sekali akan sangat membantu mengurangi lemak viseral, sehingga tubuh sehat dan awet muda.

Makan satu kali juga bermanfaat melancarkan saluran pencernaan. Gangguan pencernaan membuat tubuh merasa tidak nyaman. Lebih parah lagi, bisa menimbulkan ber­bagai penyakit, seperti diare, mag, sembelit, dan radang usus buntu. Maka, terapkan makan sekali saja tiap hari (hal 55).

Tidak kalah menarik, makan se­kali juga bisa mengatasi gangguan metabolisme. Tiga hal yang memicu gangguan metabolisme adalah ko­lesterol tinggi, gula darah tinggi, dan tekanan darah tinggi. Salah satu cara mengatasi gangguan metabolisme dengan memperbaiki gaya hidup dan pola makan, dari mengurangi makan, mengurangi minyak, dan mengurangi garam.

Yoshinori sendiri sudah menerap­kan pola makan sekali selama puluhan tahun. Hasilnya, sungguh mengejut­kan. Beratnya turun dari 77 menjadi 62 kilogram. Di sisi lain, pola makan sekali membuat tubuh prima. Jadi tidak perlu khawatir, meskipun hanya makan sekali, tubuh tidak akan keku­rangan gizi.

Secara keseluruhan buku meng­ungkapkan untuk memiliki tubuh yang sehat, kita harus memulainya dengan makan secukupnya, jangan berlebihan. Makan secara berlebihan hanya akan mendatangkan berbagai penyakit. Tidak kalah penting kita juga harus memperhatikan gizi dari ma­kanan, sehingga asupan dalam tubuh tidak hanya menjadi sampah.

Diresensi Ratnani Latifah, Alumna Universitas Islam Nahdlatul Ulama, Jepara

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment