Koran Jakarta | June 21 2018
No Comments
Kebakaran Hutan - Lahan yang Terbakar di Riau Capai 1.890 Hektare

Satgas Antisipasi Peningkatan Karhutla selama Libur Lebaran

Satgas Antisipasi Peningkatan Karhutla selama Libur Lebaran

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Semua petugas yang terlibat menangani Karhutla tidak libur pada Lebaran 2018 untuk mengantispasi peningkatakan jumlah titik api.

 

 PEKANBARU - Satgas Ba­dan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau meng­antisipasi peningkatan jumlah titik api yang mengindikasi­kan terjadinya kebakaran hu­tan dan lahan (Karhutla) pada libur Lebaran 2018. Liburan merupakan salah satu kesem­patan favorit para pelaku un­tuk membuka lahan pertanian maupun perkebunan baru de­ngan cara membakar.

“Untuk itu, di saat semua libur Lebaran, kami tetap ber­tugas dan fokus, baik patroli pencegahan hingga penang­gulangan,” kata Kepala BPBD Riau, Edwar Sanger, di Pekan­baru, Rabu (13/6).

Edwar menjelaskan dalam beberapa kesempatan, kasus kebakaran lahan Provinsi Riau cenderung meningkat sepan­jang momen liburan tiba. Me­reka yang mayoritas warga pendatang membuka lahan dengan cara membakar di saat petugas dianggap lengah da­lam melakukan patroli.

Hal itu diakui oleh Edwar se­bagai salah satu tantangan yang harus dihadapi oleh Satgas Kar­htula yang terdiri dari berbagai instansi mulai dari TNI, Polri, BPBD, Pemprov Riau, BMKG hingga elemen masyarakat peduli api tersebut. Beberapa hari menjelang libur Lebaran atau dalam sepekan terakhir, BMKG mendeteksi lonjakan ti­tik-titik api yang mengindikasi­kan Karhutla dengan tingkat ke­percayaan di atas 70 persen.

Menurut Edwar, hal itu tidak lepas dari maraknya aksi pem­bakaran lahan yang diperparah dengan kondisi cuaca terik de­ngan penurunan curah hujan sepanjang Juni 2018.

Tetap Siaga

Komandan Satgas Karhutla Riau, Brigjen Sonny Aprianto menegaskan jajaran TNI mau­pun unsur pendukung lain dalam Satgas tetap akan siaga dan menjalankan tugas agar Riau bebas Karhutla sepanjang libur Lebaran ini. “Seperti yang teman-teman lihat, saya masih bertugas begitu juga seluruh jajaran Satgas. Kita akan tetap bertugas meski saat momen libur Lebaran,” kata Sonny.

Dalam sepekan terakhir, BMKG menemukan titik-titik api baru yang bermunculan di sejumlah daerah, teruta­ma di wilayah pesisir Riau. BMKG memprediksi wilayah Riau kembali memasuki mu­sim kemarau fase kedua pada Juni 2018 sehingga Pemerintah Provinsi Riau memperpanjang status siaga darurat Karhutla hingga 30 November 2018.

Perpanjangan status ter­sebut selain mengantisipasi Karhutla, juga sebagai bagian dari upaya untuk mensukses­kan pagelaran olahraga akbar se Asia, Asian Games 2018. Pemerintah Provinsi Riau se­belumnya menetapkan status Siaga Karhutla sejak 19 Febru­ari 2018 dan berakhir pada 31 Mei 2018. Saat itu, penetapan status tersebut dilakukan sete­lah sebelumnya sebagian besar wilayah Riau mulai dilandar kebakaran hebat.

Panglima Kodam Iskandar Muda, Mayjen TNI Abdul Hafil Fuddin, meminta pemilik la­han bertanggung jawab atas peristiwa terbakarnya lahan gambut dalam beberapa pe­kan ini. “Kepada masyarakat pemilik lahan terutama bagi pelaku pembakar hutan dan lahan agar segera melapor,” tegasnya saat meninjau keba­karan lahan gambut di wilayah Bakongan, Kabupaten Aceh Selatan.

Prajurit TNI bersama kepo­lisian dan petugas BPBD Aceh Selatan, berjibaku dengan ti­tik api dan asap yang pekat di tengah cuaca panas dan terik berupaya memadamkan ti­tik api yang membakar lahan gambut di kawasan setempat. “Pemilik lahan dapat segera melapor kepada Pemerin­tah Daerah (pemda), Polsek maupun Koramil untuk mem­pertanggung jawabkan atas perbuatannya,”tegas Pangdam.

Kepala Pusat Data, Infor­masi dan Humas Badan Na­sional Penanggulangan Ben­cana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan selama Juni 2018, lahan yang terba­kar di wilayah Riau mencapai 1.890,46 hektare. Luas lahan yang terbakar sudah berhasil dipadamkan Satgas Gul Kar­hutla Riau. “Belum ada per­hitungan semua. Yang meng­hitung luas kathutla biasanya Kemen LHK,” kata Sutopo.

eko/Ant/N-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment