Koran Jakarta | June 27 2019
No Comments
Pengembangan Usaha - Peletakan Batu Pertama Gedung Baru Sarinah pada Maret 2019

Sarinah Siapkan Rp1,8 Triliun Bangun Kawasan Komersial

Sarinah Siapkan Rp1,8 Triliun Bangun Kawasan Komersial

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font
Dana pembangunan kawasan komersial berasal dari pinjaman bank sebesar 70 persen dan 30 persen kas internal PT Sarinah (Persero).

JAKARTA - PT Sarinah (Persero) akan menyiapkan dana sebesar 1,8 triliun rupiah untuk revitalisasi dan pengembangan kompleks komersial yang berada di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.

Terkait dengan itu, Sarinah berencana membentuk perusahaan patungan (joint venture/jv) dengan menggandeng PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) dan PT PP (Persero) Tbk (PTPP). Dengan begitu, Sarinah berharap dapat mengerek nilai asetnya. Direktur Utama Sarinah, GNP Sugiarta Yasa, mengatakan melalui pembangunan ini diharapkan dapat memberikan keuntungan bagi Sarinah.

Bahkan, menurut hitungan kasar, dengan berdirinya gedung baru tersebut berpotensi akan meningkatkan keuntungan hingga empat kali lipat. “Saat ini, nilai aset Sarinah sekitar 400 miliar rupiah di tahun 2018,” ungkapnya di Jakarta, Jumat (8/2). Nantinya, WIKA dan PTPP akan melakukan pengerjaan konstruksi dan pemilihan properti, sementara untuk bisnis ritel tetap dipegang oleh Sarinah.

Adapun dalam perusahaan patungan tersebut Sarinah akan mengambil saham mayoritas sebesar 55 persen. Kemudian, Wijaya Karya dan PTPP akan menggenggam sisa saham tersebut. “Mayoritas saham, yakni 55 persen untuk Sarinah, sedangkan Wijaya Karya dan PTPP sebanyak 45 persen, dibagi dua,” jelasnya.

Dalam pembangunan itu proporsi pendanaan 70 persen berasal dari pinjaman bank dan 30 persen kas internal Sarinah. Menurut Sugiarta, di dalam kompleks komersial tersebut akan berdiri dua tower baru dan satu tower existing. Pada tahap pertama, Sarinah akan mengembangkan lahan seluas 1,7 hektare yang dimilikinya untuk membangun gedung terdiri atas 41 lantai meliputi tiga basement.

Adapun luas area yang berada di sekitar Sarinah meliputi Jalan MH Thamrin, Sunda, dan KH. Wahid Hasyim seluas 2,8 hektare. “Nanti kita membuat kawasan terbuka smart building juga. Ada mal office tower, MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition), dan tempat hiburan,” paparnya. Peletakan batu pertama (groundbreaking) akan dilakukan pada Maret 2019.

Menurut Sugiarta, pembangunan tersebut membutuhkan waktu kurang lebih 16 bulan, sementara untuk total kawasan komersial kemungkinan akan memakan waktu 30 bulan. “Tentu kita berharap Sarinah sebagai ikon kebanggaan Indonesia dan bisa kita wujudkan kembali,” imbuhnya.

 

Ciri Khas

 

Ditambahkan Sugiarta, properti menjadi dasar bagi pengembangan ritel karena Sarinah adalah departenent store yang berciri khas pada produk-produk unggulan di Indonesia. Apalagi produk-produk usaha kecil dan menengah (UKM) Indonesia harus mempunyai tempat di situ.

“Startup yang basisnya UKM, kita akan beri tempat di situ. Akan ada banyak ruang di sana dan working space. Selain itu, mimpinya kami ada hotel juga, tetapi berdasarkan kajian belum disarankan bangun hotel di situ,” pungkasnya. 

 

yni/AR-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment