Koran Jakarta | December 16 2018
No Comments
Sidang Kasus Lucas

Saksi Diminta Lucas Bantu Pelarian Eddy Sindoro

Saksi Diminta Lucas Bantu Pelarian Eddy Sindoro

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Sekretaris PT Gajendra Adhi Sakti, Dina Soraya mengaku mendapat arahan dari advokat Lucas un­tuk membantu pelarian Chair­man PT Paramount Enterprise, Eddy Sindoro. Pengakuan Dina ini disampaikan saat menjadi saksi untuk terdakwa Lucas.

“Jadi sebelumnya ada arahan Pak Lucas. Pak Lucas minta tolong. Saya kan punya kenalan di airport, saudara Bowo (Dwi Hendri Wibowo),” kata Dina saat bersaksi, di Pen­gadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Kamis (6/12).

Lucas menyarankan Eddy melepas status warga negara Indonesia dengan membuat paspor negara lain. Tujuannya, agar lepas dari jerat hukum se­jak Eddy ditetapkan sebagai ter­sangka pada 21 November 2016.

Eddy merupakan tersangka kasus suap terkait pengajuan Peninjauan Kembali (PK) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Saat ini kasusnya masih dalam proses penyidikan di KPK. Sementara Dwi Hendri Wibowo alias Bowo merupa­kan staf di Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Banten.

“Saya kenal staf di bandara saudara Bowo. Saya telepon Bowo karena permintaan (dari Lucas) apa bisa ada orang dari luar negeri masuk ke Indonesia lewat Cengkareng tidak melalui imigrasi. Pada saat itu saya be­lum jawab bisa atau tidak kare­na saya tidak ngerti,” ucap Dina.

Sebelumnya, kata Dina, Chua Chwee Chye alias Jimmy yang merupakan warga Singapura telah menghubunginya sebe­lum Lucas. “Jimmy tanya kabar saya. Kalau dia mau datang ke Indonesia sama teman, bisa ti­dak kalau tidak lewat imigrasi. Saya bingung maksudnya, te­tapi saya bilang nanti saya tanya teman di bandara,” tuturnya.

Permintaan Lucas

Dina membenarkan bahwa permintaan dari Jimmy itu sama dengan permintaan dari ter­dakwa Lucas. Selanjutnya, Dina pun menghubungi Bowo dan bertemu pada 18 Agustus 2018.

“Pada saat saya kontak, dia bilang akan cek dulu mau hubungi teman di bandara. Dia bilang dia ada kenalan orang imigrasi. Tanggal 18 Agustus saya ajak Bowo makan di lot 9 Bintaro,” ujar Dina.

Dina pun menyatakan Bowo akan menyanggupi permint­aan tersebut. “Bagaimana apa bisa? Dia jawab bisa, oh ya su­dah kalau gitu. Bowo tanya dari negara mana, saya bilang saya belum tahu berapa orang, sia­pa, dan kapan mau datang dari mana belum tahu,” kata Dina.

Kemudian pada 28 Agustus 2018, ungkap Dina, terdakwa Lucas mengirimkan bukti pemesanan tiket (e-ticket) ke handphone miliknya. “Di situ saya baru tahu ada tiga nama Jimmy, Eddy Sindoro, dan Michael Sindoro (anak Eddy Sindoro). Setelah saya terima e-ticket, saya beritahukan pada orang di bandara, kepada Bowo, ini siapa dan dari negara mana,” kata Dina.

ola/Ant/N-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment