Koran Jakarta | December 16 2018
No Comments
Prospek Usaha

Saham DUCK “Oversubscribed Pooling” Lebih 80 Kali

Saham DUCK “Oversubscribed Pooling” Lebih 80 Kali

Foto : Koran Jakarta /M Fachri
Direktur PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Laksono Widodo (kanan) bersama direksi dan komisaris PT Jaya Bersama Indo Tbk (DUCK), Direktur Tio Dewi, Komisaris Utama Itek Bachtiar, Direktur Lin Manuhutu, dan Direktur Utama Limpa Itsin Bachtiar melihat pergerakan saham saat pencatatan saham perdana di lantai bursa Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (10/10).
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - PT Jaya Bersama Indo Tbk melebarkan sayap dengan resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) usai melakukan penawaran saham perdana (Initial Public Offering/IPO).

Perseroan menjadi emiten ke-43 mengenggam kode saham DUCK dengan mendapatkan kelebihan permintaan (oversubscribed) saat pooling lebih dari 80 kali.

Hal ini terjadi karena kinerja keuangan Perseroaan yang baik dan harga penawaran saham yang menarik, yaitu mencerminkan valuasi Price Earning Ratio (PER) 2018 sebesar 5,8 kali dengan asumsi menggunakan proyeksi net income tahun 2018.

Direktur Jaya Bersama Indo, Dewi Tio, mengatakan pada tahun ini Perseroan menargetkan pendapatan tumbuh 14,6 persen menjadi 617 miliar rupiah dari tahun lalu sebesar 538 miliar rupiah.

“Sementara itu, laba bersih diharapkan tumbuh 54 persen atau menjadi 111 miliar rupiah dari tahun lalu sebesar 72 miliar rupiah,” ungkapnya di Jakarta, Rabu (10/10). Hingga Juni 2018, Perseroan membukukan 47 persen dari total target laba bersih di 2018.

Dalam debut perdananya, saham DUCK naik 49,5 persen ke level 755 rupiah per saham denga volume transaksi sebanyak 3,23 ribu unit saham dengan nilai transkasi perdagangan 244,39 juta rupiah.

Pengelola jaringan restoran chinese food terbesar di Indonesia ini menawarkan sebesar 513.330.000 lembar saham dengan harga 505 rupiah per saham. Nilai tersebut, setara dengan 40 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.

Dengan begitu dana segar yang dikantongi Perseroan sebesar 259,23 miliar rupiah. Dana hasil IPO akan digunakan untuk ekspansi bisnis sebesar 80 persen meliputi pembukaan gerai baru dan merenovasi gerai yang ada.

Sisanya sebesar 20 persen untuk modal kerja. Bertindak sebagai penjamin emisi efek yakni PT CGS-CIMB Sekuritas Indonesia, PT Danareksa Sekuritas, dan PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia.

Perseroan juga mengadakan program Employee Stock Allocartion (ESA) dengan mengalokasikan 0,006 persen dari jumlah penerbitan saham yang ditawarkan atau sebanyak 30.000 saham.

Selain itu, Perseroan juga menerbitkan opsi saham untuk program Management and Employee Stock Ownership Program (MESOP) sebanyak-banyaknya 10 persen dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO atau sebanyak-banyaknya 128.333.000 lembar saham.

Tambah Gerai

Menurut Dewi Tio, dengan adanya penambahan gerai di dalam negeri dan tentu akan membantu Perseroan mencapai target. Untuk pasar domestik, Perseroan telah menambah tiga gerai baru yakni satu di Makassar dan dua di Jakarta meliputi AEON Mall Cakung dan Mall Arthagading Sunter.

“Tahun ini kami fokus di domestik terutama di luar Jawa seperti Medan, Bali, dan Makassar,” ucapnya. Sedangkan di luar negeri, ada tiga negara baru yang menjadi target ekspansi yaitu di Vietnam, Myanmar dan Kamboja. “Kami akan mulai di tahun depan,” imbuhnya. yni/AR-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment