Koran Jakarta | July 20 2019
No Comments
Gleen Fredly

RUU Permusikan Ditarik dari Prolegnas

RUU Permusikan Ditarik dari Prolegnas

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Jadi Momentum Perbaikan DPR dan pemerintah secara resmi menarik Rancang­an Undang Undang (RUU) Permusikan dari daftar Program Legislasi Nasional (Prolegnas) prioritas 2019, yang disambut gembira para pelaku musik.

Meski demikian, perjuang­an para musisi dan pelaku musik belum usai, sebab masih banyak yang harus diperbaiki khususnya perihal tata kelola industri musik.

"Ini momentum untuk melanjutkan kolaborasi lintas pemangku kepentingan untuk memperbaiki tata kelola indus­tri musik dan meningkatkan kesejahteraan para pelakunya. Kita perlu merintis jalan baru dalam memperbaiki tata kelola industri musik," ujar Glenn Fredly, penggagas Kami Musik (KAMI) di Jakarta, kemarin.

Adapun pelaku musik yang tergabung dalam Koalisi Na­sional Tolak RUU Permusikan (KNTLRUUP) menyambut baik penarikan RUU Permusikan dari Prolegnas tersebut.

“Kami menyambut gembira langkah DPR yang mendengar­kan aspirasi masyarakat luas dan akhirnya menarik RUU Per­musikan dari daftar Prolegnas prioritas," ujar Wendi Putranto salah satu anggota KNTLRUUP.

Mereka sebelumnya juga sempat membuat petisi meno­lak RUU Permusikan melalui situs Change.org. Petisi itu kemudian ditandatangani oleh 313.000 orang. “Ini menjadi preseden bahwa aspirasi ma­syarakat yang terorganisir dapat membuat perubahan," kata Kartika Jahja, yang juga anggota KNTLRUUP.

“Perbaikan tata kelola indus­tri mutlak diperlukan. Energi penolakan RUU Permusikan jangan sampai padam di sini, namun harus dikembangkan demi perubahan," jelas Hafez Gumay, peneliti Koalisi Seni. Ant/S-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment