Koran Jakarta | March 27 2019
No Comments

Rumah Vertikal Solusi Lahan Sempit

Rumah Vertikal Solusi Lahan Sempit

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Dalam konsep rumah vertikal, penghuni memungkinkan memiliki beberapa ruang sebagai penunjang beraktivitas.

Pertumbuhan jumlah penduduk dan harga tanah yang terus merangkak naik maupun faktor ekonomi, menjadi sejumlah alasan munculnya rumah vertikal. Tren ini terjadi di kota-kota besar di dunia.

Karena itu, beberapa desain hunian menawarkan konsepkonsep baru tentang hunian modern. Salah satunya adalah ISA, sebuah biro arsitektur di Pennsylvania, Amerika Serikat. Biro ini telah mendesain rumah vertikal berlantai lima berbentuk ramping di kawasan Pennsylvania. Dalam tren desain bangunan modern, memang rumah vertikal menjadi solusi untuk memanfaatkan lahan sempit.

Dalam konsep rumah tersebut, penghuni memungkinkan memiliki beberapa ruang sebagai penunjang kelangsungan hidupnya. Salah satu yang dibangun adalah bangunan yang dinamakan Tiny Tower. Bangunan ini di desain untuk memanfaatkan sirkulasi vertikal yang ringkas. Rumah dengan lebar 3,6 meter, panjang 8, 8 meter dan tinggi 11,5 meter memanfaatkan lahan sempit di daerah Brewerytown, Pennsylvania.

Lantai dasar dibuat sedikit ke bawah sehingga ketinggian bangunan tidak terlalu mencolok. Ruang bawah tanahdibuat ruangan nyaman dengan volume yang diperkeras dengan plot ketat “Tiny Tower berfungsi sebagai prototipe untuk bangunan yang dapat digunakan di petak kota kecil,” ujar ISA seperti yang dilansir dalam laman dezeen. Bangunan ini mengambil bentuk standar dan memanfaatkan sirkulasi vertikal.

Bidang-bidang bangunan menghadap jalan gang yang biasanya tidak digunakan pada bangunan lain di kawasan tersebut. Bangunan berjenjang tersebut cukup menonjol dari tetangganya, yaitu meliputi tempat parkir dan kebun bunga yang berdekatan. Bangunan memiliki halaman yang diwujudkan berupa taman jendela di tingkat bawah, teras pada lantai dua dan dek di bagian atap.

“Desain mempromosikan kehidupan vertikal ruang indoor dan outdoor,” ujar studio arsitektur tersebut. Rumah vertikal tersebut memberikan potensi pengembangan bangunan- bangunan kecil karena kota tersebut ingin meningkat-kan perumahan murah untuk berbagai gaya hidup. Tangga baja dengan lipatan digunakan di bagian depan untuk menghubungkan hingga lantai lima. Sedangkan, eksterior disiapkan terpisah untuk menuju ke bagian atap. Dengan bangunan setinggi lima lantai dengan tapak kecil, ada tantangan untuk penghuni di dalamnya.

“Pengalaman naik turun tangga adalah bagian integral dari kehidupan sehari-hari (penghuni) bangunan,” ujar dia. Tingkat terendah bangunan digunakan untuk dapur dan kamar mandi. Pada bagian atasnya, pintu masuk utama akan menghubungkan ruang tamu. Lantai tiga digunakan sebagai kantor dengan dua meja berseberangan serta balkon kecil. Dua lantai teratas digunakan sebagai kamar tidur dan kamar mandi.

Bagian atap disediakan sebagai ruang tamu tambahan khususnya kalau cuaca sedang bagus. Interior rumah didominasi warna putih untuk membuat ruang terkesan lebih luas, termasuk dengan warna interiornya. Sementara, lantai menggunakan bahan kayu ringan sebagai kombinasinya. din/E-6

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment