Koran Jakarta | September 24 2019
No Comments

Rumah untuk Milenial Berkonsep Futuristik

Rumah untuk Milenial Berkonsep Futuristik

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Rumah fungsional untuk anak muda atau kaum milenial bukan berarti hanya digunakan di masa muda. Rumah tersebut juga sekaligus dapat di desain mengikuti perkembangan usia. Sifatnya futuristik. Sehingga rumah dapat digunakan dalam jangka panjang.

Hal tersebutlah yang dilakukan HUT, sebuah studio arsitek di London Timur. Mereka merenovasi dan memperluas townhouse yang terletak di London Timur. Dengan bangunan bata, permukaan teraso dan perabotan bernuansa hijau, interior ruang tampak lebih memiliki karakter.

“Proyek ini harus melakukan lebih dari sekedar menyediakan rumah fungsional yang terlihat bagus untuk pasangan muda. Kami menggunakan bahan yang akan terlihat indah seiring dengan bertambahnya usia dan memiliki umur panjang,” ujar studio seperti dilansir dari portal dezeen.

Tadinya, De Beauvoir Townhouse merupakan rumah dengan ruang tamu gelap dan terputus yang tidak diinginkan oleh pemilknya, seorang musisi dan desain furnitur. Sejumlah perombakanpun dilakukan untuk membuat terasa lebih lega dan lapang.

Untuk perombakan rumah di distrik Hackney London, studio arsitektur yang berbasis di Shoreditch memfokuskan pada pembuatan kamar yang lebih luas dan terang sehingga memiliki “identitas mereka sendiri”.

“Secara spasial, kamar-kamar tidak mengalir dengan baik dan penting bahwa desain kami menciptakan garis pandang melalui ruang penerimaan dan ke taman di bagian luar,” ujar studio.

Sebuah ekstensi atau perpanjangan ruang telah dibuat di bagian belakang untuk mengakomodasi area memasak maupun ruang terbuka. Ruang tersebut dapat digunakan untuk menghibur para tamu yang tengah bertandang ke rumah maupun mengakomodasi acara bersama teman-teman.

Secara ekternal, seluruh volume bangunan tersebut dibalut dengan bata hitam tipis. Lalu, ada pintu ayun berbingkai tengah sebagai pelengkapnya.

Pintu tersebut digunakan menuju taman yang baru saja ditata. Sementara bagian atapnya dibuat miring ke bawah untuk memenuhi dinding batas yang telah berubah menjadi langit yang besar.

Dapur merupakan ruangan yang lebih hidup terlebih dengan perpaduan kontras antara lemari yang berwarna hijau kaki dan lantai dari kayu cemara. Di ruang tersebut, anggota dapat makan di meja makan kayu maupun di bagian lain yang berlapis marmer. Untuk menambah estetika, lampu terpasang dengan kabel terbuka.

Sementara antara dapur dan ruang keluarga dipisahkan dengan dinding jendela.

Di ruang keluarga terdapat perapian yang terbuat dari puing-puing teraso yang di daur ulang. Di ruang tersebut terdapat pula dinding kaca berbingkai hitam yang memisahkan lorong dengan ruangan keluarga. Lantai lorong dihiasi ubin geometris yang dipasang acak.

Untuk kamar mandi, arsitek menempatkan bak di atas lantai terasi yang dipenuhi batu orange layaknya perapian baru. Permainan warna digunakan juga di kamar tidur. Dinding ruang tersebut di cat hijau. Warna pada bagian dinding baru dimunculkan melalui papan kayu yang di pasang tepat di atas tempat tidur.

Dalam merancang interior, studio yang membebaskan karyawan memiliki proyek sampingan furnitur ini, mengarahkan rancangan pada bagian lantai untuk mempertahankan warna dan palet material serupa. Cara tersebut untuk mengikat elemen rumah lama dan baru secara visual. Sehingga, ada keterpaduan di antara interior. din/E-6

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment