Ruang Kerja Nyaman saat “Work From Home” | Koran Jakarta
Koran Jakarta | November 29 2020
No Comments

Ruang Kerja Nyaman saat “Work From Home”

Ruang Kerja Nyaman saat “Work From Home”

Foto : ist
A   A   A   Pengaturan Font

Skema work from home (WFH) menjadi pola kerja yang banyak dilakukan di tengah wabah Covid-19. Rumah pun mendadak bertambah fungsi sebagai ruang kerja. Untuk mengakomodasi kebutuhan tersebut, penghuni dapat memanfaatkan berbagai sudut ruang di dalam rumah sebagai ruang kerja. Pindahnya ruang kerja dari kantor ke rumah tidak dipungkiri membawa sejumlah konsekuensi. Para pekerja perlu beradaptasi “di tempat baru” untuk menyelesaikan pekerjaannya yang biasa dilakoni kurang lebih selama delapan jam per hari.

Alhasil, mereka pun membutuhkan ruang kerja yang nyaman untuk menyelesaikan pekerjaannya. Dilansir dari laman Dezeen, ruang kerja di dalam rumah dapat memanfaatkan bagian rumah yang menghadap ke jendela, sehingga saat bekerja, para pekerja dapat memandang lingkungan di luar ruangan. Konsep ruang kerja semacam ini membuat kerja tidak membosankan, menumbuhkan ide baru serta menciptakan suasana yang tidak terpisah dengan lingkungan sekitar.

Dalam konsep tersebut, penghuni dapat meletakkan tempat tidur di belakang meja kerja yang digunakan untuk melepas lelah saat jeda kerja. Di tempat tersebut juga dapat digunakan untuk membaca buku secara lebih santai. Perlu Sentuhan YLAB Arquitectos, studio arsitek di Bercelona, Spanyol, merekomendasikan ruang kerja dapat dibuat dengan meja yang menempel pada lemari dinding. Meja kerja tersebut terlihat disembunyikan di lemari dinding. Saat akan digunakan, meja yang bergabung dengan lemari dibuka serta dilenngkapi dengan kursi kerja.

Sementara itu, IDIN Architects, studio arsitek di Bangkok, ailand, menggunakan meja kerja yang terdapat dalam tempat tinggal sebagai ruang kerja.

Selain leluasa, meja kerja yang terhubung dengan dapur mampu memberikan kedekatan di antara anggota keluarga. Lantaran ruangan yang ditujukan untuk pasangan muda ini dengan bebas dapat melongok aktivitas pasangannya untuk mempererat hubungan pribadi.Widger Architecture, studio desain interior di London, Inggris, menggunakan bagian loteng at untuk ruang kerja.

Ruang tersebut ditutup dengan kayu lapis warna cerah untuk bagian langit-langit dan dinding. Material serupa digunakan untuk membuat meja build in.

Sebagai padanannya, material dekorasi (seperti lampu, bingkai kursi, dan jendela) menggunakan warna hitam. Padanan warna tersebut menjadikan ruang kerja yang terletak di loteng tidak terasa pengap serta menjadikan ruang terasa lebih hidup. Jendela yang menempel pada dinding loteng memberikan salah satu keuntungan.

Karena loteng yang identik sebagai ruang bukan digunakan untuk beraktivitas mampu memberikan kehidupan untuk penghuninya. Alhasil, dengan sedikit sentuhan desain serta memahami makna ruangan, tempat tinggal pun dapat menjadi ruang kerja yang nyaman terutama selama WFH. din/S-2

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment