Rp.35 Miliar untuk UKM Terdampak Covid-19 di Jateng | Koran Jakarta
Koran Jakarta | May 31 2020
No Comments

Rp.35 Miliar untuk UKM Terdampak Covid-19 di Jateng

Rp.35 Miliar untuk UKM Terdampak Covid-19 di Jateng

Foto : foto istimewa
Gubermur Jateng Ganjar Pranowo (kedua kiri) dan Ketua MUI Jateng KH. Ahmad Darodjie saat menyerahkan bantauan bahan baku secara simbolis kepada tiga pelaku UKM di Tengaran Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.
A   A   A   Pengaturan Font

 

Rp.35 Miliar untuk UKM Terdampak Covid-19 di Jateng

 

SEMARANG - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng menganggarkan Rp.35 miliar, untuk pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) di Jateng, agar tetap eksis di tengah pandemi Covid-19. Anggaran tersebut akan diperuntukkan untuk membelikan bahan pokok bagi ribuan UKM yang bergerak di bidang boga. 

 

Sebelumnya, anggaran Rp10 miliar telah digelontorkan membeli masker dari para pelaku UKM. Penyerahan bantuan tahap pertama sebesar Rp 9 miliar kepada 3691 UKM telah dilakukan. 

 

Para pelaku UKM itu, mendapat bantuan berbeda-beda, sesuai kebutuhan dan jumlah produksi. Bantuan yang diberikan seperti tepung, gula, minyak, telur dan kebutuhan lainnya.

 

"Setelah Jaring Pengaman Sosial (JPS) kami jalankan, secara paralel kami mulai menggerakkan Jaring Pengaman E2konomi (JPE). Mereka para pelaku UKM yang agak lesu, penjualan dan omset menurun akibat covid-19 ini kita suntik dengan peralatan dan bantuan bahan baku agar menjadi modal mereka bisa berdagang lagi," Kata Gubermur Jateng Ganjar Pranowo saat menyerahkan bantauan bahan baku  secara simbolis kepada tiga pelaku UKM di Tengaran Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (23/5). 

 

Bendera start pelaksanaan JPS sudah dikibarkan. Bagaimanapun, kondisi ini tidak boleh membuat para pelaku UKM mati.

 

"Meski omsetnya tidak seperti sebelumnya, tapi harus tetap berjalan dan ada omsetnya. Mereka harus bisa bertahan hidup dan dapur tetap harus ngebul," kata dia.

 

Setelah pemberian stimulus terhadap para pelaku UKM itu, sudah menyiapkan langkah selanjutnya. Seperti pelatihan, penyediaan modal serta kerjasama dengan e-commerce raksasa nasional diharapkan mampu membangkitkan UKM Jateng.

 

Terkait bantuan permodalan,  sudah menyusun skime pembiayaan. Bank Jateng, BPR BKK sudah disiapkan agar bisa ikut membantu pembiayaan UKM.

 

"Termasuk dari Baznas dan lainnya bisa jadi modal. Hari ini Baznas membantu Rp 300 juta untuk 100 penerma manfaat. Ini bisa jadi modal, jadi tidak hanya mengandalkan APBD, tapi dari sumber lainnya," kata dia.

 

Sangat Membantu

 

Bantuan bahan baku dari Pemprov Jateng disambut atusias oleh para pelaku UKM. Mereka yang sedang mengalami kesulitan akibat covid-19, bisa terbantu dengan adanya bantuan ini.

 

"Pesanan sekarang menurun banyak, biasanya pesanan nastar setiap lebaran ini bisa tiga kwintal, sekarang menurun drastis," kata Sri Ambarwati, 50 tahun,  pelaku UKM kue basah di Tengaran.

 

Kondisi itu membuatnya kesulitan untuk berproduksi. Dengan  bantuan bahan baku itu, diharapkan produksinya akan tetap berjalan.

 

"Alhamdulillah, bisa mengurangi pengeluaran untuk pembelian bahan baku,"  ujarnya.

 

Hal sama dikatakan pelaku UKM di bidang kue kering selama 15 tahun. Sumani, 46 tahun,. Ditengah omset yang berkurang karena corona, bantuan bahan baku bisa sangat membantu memperkecil pengeluaran.

 

"Puji Tuhan, bantuan ini akan saya kembangkan untuk membuat kue dan dijual kepada pembeli. Mudah-mudahan jadi berkat," katanya.SM/AR-3

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment