Rodgers Hidupkan “Magic” Leicester | Koran Jakarta
Koran Jakarta | December 9 2019
No Comments

Rodgers Hidupkan “Magic” Leicester

Rodgers Hidupkan “Magic” Leicester

Foto : AFP/ GLYN KIRK
A   A   A   Pengaturan Font

Setelah menghebohkan persepakbolaan Inggris dan dunia saat merebut gelar Liga Inggris pada 2015 lalu, perjalanan Leicester City selanjutnya tidak terlalu istimewa.

Dipecatnya Claudio Ranieri yang membawa Leicester juara, meninggalnya pemilik Leicester City asal Thailand Vichai Srivaddhanaprabha dalam kecelakaan helikopter, hingga hengkangnya beberapa bintang seperti Riyad Mahrez dan N’Golo Kante, membuat klub berjuluk “Si Rubah” itu nyaris tertatih-tatih menjalani salah satu kompetisi sepakbola paling bergengsi tersebut.

Namun kedatangan Brendan Rodgers awal musim lalu, membuat Leicester kembali mampu menunjukkan diri sebagai tim yang pernah menjadi juara. Mantan pelatih Liverpool itu mampu membawa Leicester terus merangsek ke posisi empat besar di Antara para raksasa Liga Inggris lainnya.

Bahkan terakhir Leicester mampu berada di posisi dua klasemen, di bawal Liverpool, mengungguli juara bertahan Manchester City yang berada di posisi ketiga.

Manajer City, Pep Guardiola pun tak menampik jika Rodgers telah mengubah Leicester menjadi penantang serius juara liga.

Sejak Rodgers menggantikan Claude Puel pada Februari lalu, Leicester sudah menang enam kali berturut-turut di liga. Tak ada tim di luar Liverpool dan City yang mengumpulkan poin sebanyak itu.

“Saya kira itu khas liga ini dan sejarahnya yang melibatkan banyak tim,” kata Guardiola. “Leicester melakukan hal yang luar biasa bagus. Musim lalu ketika Brendan Rodgers yang melatih, mereka mengubah cara main dengan cara dia. Kami sudah tahu itu ketika kami menghadapi mereka dan mereka terus bermain benar-benar bagus.”

Namun kondisi tersebut menghadirkan konsekwensi yang ridak menyenangkan bagi Leicester. Keberhasilan Rodgers menangani Leicester membuat pelatih tersebut menjadi incaran klub-klub lainnya. Salah satunya yang dihubung-hubungkan adalah Arsenal, yang baru saja memecat Unai Emery.

Namun Rodgers menanggapi dingin spekulasi kemungkinan pindah tengah musim ke Arsenal yang tanpa manajer tetap, dengan menyatakan bahwa dia bahagia dengan tugasnya sekarang dan tidak perlu melihat memalingkan muka ke yang lain.

“Saya punya kontrak di sini sampai 2022,” kata Rodgers. “Saya telah memberikan jawaban yang jujur mengenai tentang bagaimana semua manajer punya semacam klausa dalam kontrak mereka dan tiba-tiba itu seperti telah membuka pintu lebar-lebar.”

“Sejauh ini saya tahu para manajer kehilangan pekerjaan mereka, klub ini tidak menunjukkan kepada saya bahwa mereka akan memecat saya. Saya senang sekali sampai tak perlu melihat yang lain.”

Performa Leicester telah mengesankan dengan mencatat 16 kemenangan dan empat seri dari 25 pertandingan liga di bawah bekas manajer Liverpool dan Celtic ini.

“Mengapa saya harus meninggalkan Leicester sekarang ini? Saya bekerja dengan sekelompok pemain yang punya banyak potensi,” tamdasnya. AFP/S-1

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment