Robot Akuatik Pemantau Lingkungan Air | Koran Jakarta
Koran Jakarta | December 9 2019
No Comments
SAINSTEK

Robot Akuatik Pemantau Lingkungan Air

Robot Akuatik Pemantau Lingkungan Air

Foto : ISTIMEWA
Ilmuwan mengembangkan robot berkinerja mirip cumi-cumi yang digunakan sebagai platform untuk memantau lingkungan sekitar bahkan dalam kondisi di dalam air.
A   A   A   Pengaturan Font
Terinspirasi oleh cara berenang cephalopoda yang unik dan efisien, para ilmuwan mengembangkan robot akuatik yang meniru bentuk propulasi mereka.

Robot berkecepatan tinggi mirip cumi-cumi ini, terbuat dari bahan pintar yang membuatnya sulit dideteksi. Sebuah keuntungan tersendiri dimana robot ini bisa memiliki potensi tinggi untuk bidang pengintaian militer. Robot ini juga bisa dimanfaatkan untuk aplikasi ilmiah dan mempertahankan jejak lingkungan yang rendah.

Adalah fisikawan Xiaobo Bi dan Qiang Zhu menggunakan simulasi numerik untuk menggambarkan mekanisme fisik dan mekanika fluida dari metode berenang cumi-cumi. Mereka menggunakan semburan terputus-putus melalui propulsi jet berdenyut. Dengan menggunakan bentuk penggerak ini, perangkat dapat mencapai kecepatan yang mengesankan, sama seperti inspirasi hewannya.

Saat berenang, mesin seperti squid ini menyedot air ke dalam ruang bertekanan dan kemudian mengeluarkannya. Perangkat bertubuh lunak dapat digunakan sebagai platform untuk pemantauan lingkungan dengan menggunakan fitur ini secara bersamaan untuk menguji sampel air saat berenang.

“Selain simulasi numerik 2D dan 3D yang disajikan dalam artikel ini, kami bekerja dengan tim interdisipliner untuk membangun prototipe perangkat mekanis, untuk melakukan renang garis lurus dan manuver,” kata Zhu. “Proyek ini akan menggabungkan dinamika fluida, kontrol, material pintar, dan desain robot,” tambah Zhu.

Perangkat ini dapat digunakan sebagai perenang yang berdiri sendiri atau sebagai baling-baling kendaraan bawah air. Para peneliti belum dapat mempertahankan kecepatan yang dapat bertahan selama lebih dari beberapa siklus karena turbulensi dan ketidakstabilan, tetapi mereka sedang berupaya untuk mengatasinya.

Zhu berharap penelitian ini akan memberikan titik awal untuk pemodelan yang lebih canggih dan studi eksperimental untuk mengembangkan robot seperti kreasi mereka.

 

nik/berbagai sumber/E-6

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment