Koran Jakarta | October 16 2018
No Comments

Rita Widyasari Dieksekusi ke Lapas Pondok Bambu

Rita Widyasari Dieksekusi ke Lapas Pondok Bambu

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Bupati Kutai Kartanegara non-aktif, Rita Widyasari, dieksekusi ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Pondok Bambu setelah dijatuhi hukuman 10 tahun penjara.

Pada 6 Juli 2018, pengadilan Tipikor Jakarta memvonis Rita selama 10 tahun ditambah denda 600 juta rupiah subsider enam bulan kurungan karena terbukti menerima gratifikasi sebesar 110.720.440.000 rupiah dan suap enam miliar rupiah dari para pemohon izin dan rekanan proyek.

“Telah dilakukan eksekusi terhadap RIW (Rita Widyasari) ke Lapas Perempuan Pondok Bambu sejak Juli 2018,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, di Jakarta, Jumat (3/8).

Menurut Febri, Rita masih menjadi tersangka tindak pidana pencucian uang yang ditangani KPK, sedangkan penyidikan dugaan TPPU (tindak pidana pencucian uang) masih terus dilakukan KPK.

Jaksa penuntut umum (JPU) KPK yang menangani kasus tersebut, Fitroh Rohcahyanto, mengatakan KPK menerima putusan hakim tersebut karena hukuman badan sudah dua pertiga dari tuntutan.

“Intinya, pertimbangan hakim kita bisa terima lagi pula pidana badan juga sudah dua pertiga, kemudian Rita nanti juga masih akan kita sidangkan untuk perkara TPPU,” tambah Fitroh.

JPU KPK menuntut Rita dijatuhi pidana penjara selama 15 tahun ditambah denda sebesar 750 juta rupiah subsider enam bulan kurungan karena terbukti menerima gratifikasi 248,9 miliar rupiah dan suap enam miliar rupiah dari para pemohon izin dan rekanan proyek selama 2010–2017. mza/N-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment