Koran Jakarta | March 25 2017
No Comments
SAINSTEK

Riset “Biomarker” Terus Berkembang

Riset “Biomarker” Terus Berkembang

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font

Secara istilah Biomarker berasal dari kata Bio yang berarti biologis hidup atau makhluk hidup dan marker yang berarti penanda. Biomarker merupakan molekul penanda yang khas bagi sel, yang dapat digunakan untuk mendiagnosa suatu penyakit dan terapi target molekuler penyebab penyakit tertentu.

Kelebihan diagnosa penyakit berdasarkan biomarker yaitu diagnosa dapat dilakukan sejak dini dengan hasilnya yang akurat. Kajian mengenai penemuan biomarker telah dibahas dalam beberapa dekade terakhir. Setidaknya ada lebih dari 500 jenis biomarker penyakit telah ditemukan baik dari tingkat gen, protein, metabolit, dan sel.

Pemanfaatan dari biomarker biasanya digunakan sebagai sarana untuk diagnosis, prognosis, maupun pemantauan terapi suatu penyakit. Pengembangan biomaker terutama dalam kondisi atau kasuskasus seperti kanker, setidaknya dapat membantu dignosa lebih awal dimana pada akhirnya akan membantu mengurangi risiko kematian akibat kanker.

Penemuan biomarker untuk kanker sendiri telah menjadi prioritas utama para peneliti selama beberapa dekade terakhir. Revolusi bidang biologi molekuler telah menjanjikan era baru untuk usaha penemuan biomaker untuk kanker. Sayangnya, bahkan ketersediaan keseluruhan sekuen genom tidak mengakhiri sejarah penantian panjang bidang ini.

Tahun lalu, sebuah penelitian dari Universitas Warwick menunjukkan adanya tes baru untuk mendeteksi biomarker untuk kanker dan diabetes yang 1000x lebih rinci dan 100 persen lebih cepat dari metode yang ada. Tes ini dinamakan 2D Mass Spectrometry (2DMS). Sebelumnya , para peneliti juga berhasil mengembangkan biomaker C-12, protein chip, yang merupakan suatu analisis pararel dari 12 tipe penanda tumor (tumor marker) yang berbeda dalam satu pemeriksaan.

Beberapa jenis kanker yang bisa dideteksi lewat sistem baru ini antara lain kanker hati, paru, lambung, kolorektal, payudara, ovarium, pankreas, rahim, testis, kandung kemih, prostat, tiroid, esofagus, serta endometrium. 

 

nik/berbagai sumber/E-6

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment