Koran Jakarta | October 19 2017
No Comments
Bencana Alam

Ribuan Rumah di Cirebon Terdampak Banjir

Ribuan Rumah di Cirebon Terdampak Banjir

Foto : ANTARA/Oky Lukman syah
A   A   A   Pengaturan Font

CIREBON - Ribuan rumah di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, terdampak banjir yang mengakibatkan warganya mengungsi ke tempat ibadah dan kantor desa. Dari laporan, 12 kecamatan terdampak banjir yang terjadi pada Rabu (15/2) petang sekitar jam 18.00 WIB.


“Ada ribuan rumah yang terdampak banjir kali ini dan kami masih mendatanya. Banyak yang mengungsi di masjid dan lainnya. Kami sudah mendirikan posko kesehatan dan dapur umum,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon, Sudarna, Kamis (16/2).


BPBD Kabupaten Cirebon mendata ada tujuh kecamatan yang terdampak banjir dengan kedalaman mencapai 50–100 sentimeter, yaitu Lemahabang, Asjap, Gebang, Greged, Pangenan, Pabedilan, dan Susukanlebak.
Sudarna menuturkan bencana banjir di Cirebon bagian timur ini karena intensitas hujan tinggi serta pendangkalan sungai. “Ini akibat intensitas hujan tinggi serta kiriman air dari daerah hulu yang mengakibatkan sungai meluap,” katanya.


Pendangkalan Sungai


Sungai yang meluap juga tidak bisa menampung debit air, di mana sungai sudah dangkal dan juga sempit, jadi banjir tidak bisa dihindarkan. Dari tujuh kecamatan, ada 30 desa dan ribuan rumah yang mengalami banjir di wilayah ini.
Seorang warga dari Desa Mertapada, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, Faturrohman, mengaku baru mengalami banjir sebesar ini dalam hidupnya dan dia menyaksikan secara langsung. Sejumlah pohon dengan ukuran yang sangat besar terbawa arus dan menghantam sejumlah jembatan.

“Pohon dengan ukuran sangat besar, banyak yang terbawa banjir, bahkan sampai akarnya terbawa. Biasanya tidak sampai begitu,” tuturnya.


Dia mengaku melihat secara langsung, sejumlah besi pegangan jembatan di desanya ambrol setelah dihantam kayu dengan ukuran besar. Bukan sekadar itu, sejumlah jembatan beton kecil yang biasanya digunakan untuk lalu lintas warga, musnah dibawa air bah.


Petugas Posko Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Bengawan Solo, Budi Indro Prasetyo, mengatakan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo memberikan peringatan dini atas potensi banjir pada sejumlah daerah di kawasan hilir sungai itu. Ancaman banjir muncul diakibatkan terjadi curah hujan tinggi pada kawasan hulu sungai di Jawa Tengah. SB/Ant/N-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment