Koran Jakarta | November 12 2019
No Comments
Gempa Ambon

Ribuan Pengungsi Kena ISPA

Ribuan Pengungsi Kena ISPA

Foto : ANTARA/Ella fe Fretes
MASIH MENGUNGSI - Warga beraktivitas di tenda pengungsian pascagempa bumi Maluku, di dusun Wainuru, Maluku Tengah, Maluku, Minggu (29/9).
A   A   A   Pengaturan Font

AMBON – Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon, Wendy Pelupessy, mengatakan ribuan pengungsi korban gempa bumi di Ambon mulai terserang penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (Ispaspa ) dan hipertensi. Penyakit tersebut dikeluhkan oleh anak-anak maupun orang dewasa.

“Hasil pemeriksaan petugas kesehatan paling banyak keluhan warga baik anak-anak maupun orang dewasa terserang Ispaspa dan hipertensi karena ketakutan akan terjadinya gempa susulan,” kata Wendy, di Ambon, Minggu (29/9).

Wendy mengungkapkan para pengungsi diserang penyakit karena lingkungan yang kurang bersih dan minimnya air bersih. Selain itu, kata dia, juga karena tidak tersedianya fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) yang memadai di lokasi pengungsian.

 

Makin Menurun

 

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan rentetan gempa susulan masih terjadi di Ambon hingga Minggu (29/9). Meski demikian, BMKG memastikan frekuensi aktivitas gempa semakin mengecil. Kota Ambon menjadi salah satu wilayah terdampak gempa M 6,5 yang terjadi pada Kamis (26/9).

“Hasil monitoring BMKG terhadap aktivitas gempa susulan menunjukkan frekuensi kejadian gempa yang semakin mengecil. Tandanya aktivitasnya kian meluruh. Semoga kondisi kegempaan di Kairatu, Masohi, Haruku, dan Ambon segera normal kembali dan aktivitas gempa susulan segera berakhir,” ujar Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, melalui keterangan tertulisnya, Minggu (29/9).

Hingga Minggu pagi, pukul 10.00 WIB, hasil monitoring BMKG terhadap gempa Kairatu (Ambon) menunjukkan telah terjadi 613 kali aktivitas gempa susulan, 72 di antaranya guncangannya dirasakan oleh masyarakat. Lebih lanjut, Daryono mengatakan BMKG belum bisa memastikan sumber gempa yang terjadi di Ambon. Menurutnya, masih ada gempa susulan hingga kemarin.

“Sudah tiga hari lamanya pascagempa, hingga saat ini belum ada kepastian terkait sumber pembangkit gempa Kairatu-Ambon M 6,5 yang aktivitas susulannya belum berakhir,” papar Daryono. Hingga saat ini, tercatat 30 orang yang meninggal akibat gempa yang melanda Provinsi Maluku itu.

Data Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Provinsi Maluku per Kamis, korban tewas terbanyak di Kabupaten Maluku Tengah berjumlah 14 orang, Kota Ambon 10 orang, dan Seram Bagian Barat (SBB) enam orang. 

 

ags/Ant/P-4

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment