Koran Jakarta | May 22 2019
No Comments

Ribuan Kontrakan Kosong Warga Sukapura Surati Anies

Ribuan Kontrakan Kosong Warga Sukapura Surati Anies

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Pemerintah Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta diminta warga Kelurahan Sukapura, Kecamatan, Cilincing, Jakarta Utara, untuk menangani ke kosongan hunian.

Ribuan kamar dan rumah kontrakan kosong akibat pekerja dan perusahaan garmen di Kawasan Berikat Nusantara (KBN) Cakung, hengkang dari kawasan industri di sini.

“Kami telah menyurati Gubernur Anies Baswedan agar memperhatikan keluhan masyarakat, sebagai dampak terjadinya pemutusan hubungan kerja dari ribuan pekerja dan beralihnya pabrik garmen ke tempat lain,” ujar H. Gubar, tokoh masyarakat Sukapura.

Surat yang dikirimkan ke Gubernur itu telah diterima Pemprov pada 3 Januari 2019. Perihal isinya menyangkut aspirasi dan pengaduan warga hilangnya pekerja karena di PHK, bahkan pabriknya juga hengkang dari sini.

Surat tersebut ditembuskan ke Presiden RI Joko Widodo, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta Komisi A, serta Wali Kota Jakarta Utara.

Bila awalnya pada 1986 menampung sekitar 84.000 pekerja industri garmen, maka hanya tertinggal kuran dari 10 persen (sepuluh persen). “Yang kami ketahui hanya tinggal 3 (tiga) pabrik saja,” ujarnya.

Dua tahun terakhir ini, saking sulit ditinggal pengontrak, lanjutnya, pemilik kontrakan yang umumnya warga Sukapura menggantungkan usaha sektor ini, tidak mampu membayar tagihan listrik, apalagi merawat rumahnya. Belum lagi, konsekuensi direpotkan tagihan angsuran bank.

“Kami berharap Gubernur segera mencari jalan keluar untuk memicu agar pabrik garmen dihidupkan lagi. Meski saat ini kami melihat KBN Cakung berubah menjadi kawasan penumpukan peti kemas,” ujarnya.  emh/P-5

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment