Koran Jakarta | October 16 2018
No Comments
Hubungan Bilateral - Total Komitmen Investasi Korsel 6,2 Miliar Dollar AS

RI-Vietnam Buat Komunike Penangkapan Ikan Ilegal

RI-Vietnam Buat Komunike Penangkapan Ikan Ilegal

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font
Kesimpulan dari kunjungan ke Vietnam itu adalah untuk memperluas akses pasar antara kedua negara.

HANOI - Usai lawatannya ke Korea Selatan, Presiden Joko Widodo melanjutkan kunjungan kenegaraannya ke Vietnam, Selasa (11/9). Jokowi dan rombongan tiba di Bandar Udara Internasional Noi Bai, Hanoi, Vietnam, sekitar pukul 14.54 waktu setempat. Jokowi dijadwalkan bertemu Presiden Vietnam, Tran Dai Quang.

“Khusus untuk pertemuan dengan Presiden Vietnam, Presiden Jokowi fokus pada kerja sama dalam bidang kelautan dan perikanan. Kedua negara akan mengeluarkan komunike bersama tentang penangkapan ikan secara ilegal,” tegas Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Arrmanatha Nasir, dalam keterangan tertulisnya, Selasa.

Hal lain yang tidak kalah penting adalah penyelesaian batas Zona Ekonomi Ekslusif. Arrmanatha mengatakan negosiasi perbatasan maritim kedua negara sudah lama berlangsung. Harapannya, pertemuan kedua presiden dapat mempercepat proses penyelesaian negosiasi itu. Pemerintah Indonesia dan Vietnam juga akan menandatangani dua nota kesepahaman di bidang kesehatan dan pariwisata.

Selain pertemuan bilateral, Jokowi juga akan berbicara dalam acara World Economic Forum on ASEAN dengan tema “ASEAN Priorities in the Fourth Industrial Revolution” di National Convention Center (NCC), Hanoi, yang akan berlangsung Rabu (12/9).

Pesan yang akan disampaikan Jokowi adalah pentingnya ASEAN memiliki strategi untuk menangani dampak revolusi industri 4.0. “Kesimpulan dari kunjungan ke Vietnam itu adalah membahas pengembangan kerja sama ekonomi dan memperluas akses pasar antara kedua negara,” kata Arrmanatha.

 

 Komitmen Investasi

 

Sementara itu, kunjungan balasan Presiden Joko Widodo ke Korea Selatan membuahkan hasil berupa komitmen investasi sebesar 6,2 miliar dollar AS atau setara 91,97 triliun rupiah (kurs tengah Bank Indonesia 14.835 rupiah per USD). K

unjungan Jokowi ke Korsel ini merupakan kunjungan balasan dari kunjungan Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in, ke Indonesia, November tahun lalu. Kepala BKPM, Thomas Trikasih Lembong, menyampaikan kunjungan Presiden Jokowi ke Korsel ini dimaknai dengan penandatanganan 15 nota kesepahaman, dan enam komitmen investasi yang sifatnya business to business antara sektor swasta Indonesia dan Korea Selatan.

Selain itu juga terdapat satu nota kesepahaman antara BKPM dengan Hyundai Motor Company. “Dengan ditandatanganinya 15 nota kesepahaman dan enam komitmen investasi tersebut diharapkan sentimen pelaku usaha luar terhadap pasar nasional dapat menjadi lebih baik,” ujar Thomas.

Kepala BKPM mengaku sangat gembira melihat peningkatan kerja sama dan investasi Korea Selatan pada sektor-sektor industri utama dan otomotif di Indonesia. Adapun beberapa kesepakatan bisnis dan daftar komitmen investasi yang diumumkan dalam kunjungan Presiden Jokowi ke Seoul, Korea Selatan, terbagi dalam dua kategori.

Untuk total nota kesepahaman B to B, nilainya mencapai 5,75 miliar dollar AS, sedangkan untuk komitmen investasi yang diumumkan, total nilainya mencapai 446 juta dollar AS. Sehingga, total kerja sama yang telah disepakati yakni 6,19 miliar dollar AS. 

 

fdl/Ant//P-4

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment