Koran Jakarta | August 24 2019
No Comments

RI-Swiss Jalin Kerja Sama Bidang Ketenagakerjaan

RI-Swiss Jalin Kerja Sama Bidang Ketenagakerjaan

Foto : istimewa
tandatangani mou - Menteri Ketenagakerjaan, M Hanif Dhakiri (kiri) dan Departemen Federal Bidang Ekonomi, Pendidikan, dan Penelitian Konfederasi Swiss, HE Guy Parmelin, usai menandatangani MoU, di Jenewa, Selasa (18/6). Indonesia dan Swiss sepakat menjalin kerja sama bidang ketenagakerjaan
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Indonesia dan Swiss sepakat menjalin kerja sama bilateral bidang ke­tenagakerjaan. Kerja sama ini diimplementasikan dalam MoU antara Departemen Fede­ral Bidang Ekonomi, Pendidik­an, dan Penelitian Konfederasi Swiss dengan Kementerian Ke­tenagakerjaan RI.

“Kami (Pemerintah RI) berharap MoU yang baru saja ditandatangani dapat segera direalisasikan dalam program kerja sama yang konkret,” kata Menteri Ketenagakerja­an, M Hanif Dhakiri, dalam keterangan tertulisnya usai Pertemuan Bilateral dengan Departemen Federal Bidang Ekonomi, Pendidikan, dan Penelitian Konfederasi Swiss, di Jenewa, Selasa (18/6) waktu setempat.

Hanif menjelaskan kerja sama ini mencakup tiga bidang. Pertama, pengembangan kete­rampilan dan skills recognition sebagai respons terhadap digi­talisasi dan industri 4.0.

Kedua, capacity building di bidang penelitian ketenaga­kerjaan terkait future of work. Ketiga, sharing best practices terkait penerapan sosial dia­log sebagai respons terhadap digitalisasi dan industri 4.0.

“Indonesia menyampaikan penghargaan atas kerja sama dan inisiasi pemerintah Swiss dalam pembentukan kerja sama bilateral di bidang ke­tenagakerjaan yang diimple­mentasikan melalui MoU ini,” kata Hanif.

Menaker juga meng­apresiasi pemerintah Swiss yang selama ini menjalin kerja sama dengan Indonesia mela­lui proyek-proyek Kantor ILO Jakarta, seperti Better Work dan Sustaining Competitive and Responsible Enterprise (SCORE).

Kerja sama tersebut dinilai­nya telah banyak membantu peningkatan kapasitas pekerja dan pengusaha di Indonesia. “Harapannya, kerja sama ini dapat terus berlanjut di masa depan dalam platform ILO Cooperation Development, se­bagai respons terhadap digital­isasi dan future of work,” ujar Hanif.

Selain itu, Menaker juga ber­harap agar implementasi per­janjian EFTA-Indonesia CEPA dapat segera direalisasikan pada tahun depan. Kerja sama ini, di antaranya mencakup per­dagangan barang, perdagangan jasa, investasi, hak kekayaan intelektual, pembangunan ber­kelanjutan, ketentuan asal dan bea cukai, fasilitasi perdagang­an, pengamanan perdagangan, dan persaingan usaha.

“Setelah hampir delapan ta­hun sebelum akhirnya dinyata­kan selesai secara substantif dalam pertemuan di Bali No­vember 2018, dan dideklarasi­kan final oleh para Menteri Perdagangan pada 23 Novem­ber 2018 di Jenewa, Swiss,” pa­parnya.

ruf/E-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment