Koran Jakarta | November 18 2017
No Comments
Diplomasi Kemanusiaan - Bantuan Tahap Kedua Minggu Depan

RI Kirim 34 Ton Bantuan ke Myanmar

RI Kirim 34 Ton Bantuan ke Myanmar

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Bantuan yang dikirimkan lewat empat pesawat Hercules itu terdiri atas makanan siap saji, family kit, selimut, tangki air, dan tenda untuk pengungsi.

JAKARTA- Presiden Joko Widodo melepas 34 ton bantuan kemanusiaan bagi pengungsi Rohingya di perbatasan Myanmar-Bangladesh, Rabu (13/9). Pelepasan bantuan kemanusiaan itu dilaksanakan di Base Ops Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Ini merupakan bantuan tahap pertama dari tiga tahap bantuan yang direncanakan pemerintah.

“Alhamdulillah pada hari ini 13 September 2017, kita dapat memberangkatkan bantuan kemanusiaan untuk para pengungsi dari Rakhine State yang saat ini berada di perbatasan Bangladesh-Myanmar,” ujar Jokowi di Base Ops Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (13/9) . Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani, Menlu Retno Marsudi, Mensesneg Pratikno, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, KSAU Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Kepala BNPB Willem Rampangilei.

Jokowi melanjutkan, bantuan yang dikirimkan lewat empat pesawat Hercules itu terdiri atas makanan siap saji, family kit, selimut, tangki air, dan tenda untuk pengungsi. Barang-barang itu dipilih karena barang itu paling dibutuhkan warga Rohingiya saat ini. Adapun alasan pengiriman menggunakan pesawat karena pengirim via jalur laut dirasa terlalu lama.

Padahal warga Rohingya di lokasi krisis membutuhkan bantuan dengan cepat. “Saya ucapkan terima kasih kepada pemerintah Myanmar dan Bangladesh yang sudah memberikan akses bantuan ini. Kami harap bantuan bisa sampai ke lokasi dengan cepat,” ujar Jokowi. Rencananya, empat pesawat Hercules yang membawa bantuan itu akan mendarat di wilayah Myanmar, 170 kilometer dari lokasi pengungsian. Bantuan dipindahkan dari landasan udara ke lokasi pengungsian dengan jalur darat.

Menurut salah satu pilot pesawat Hercules yang menerbangkan bantuan itu, lebihkurang dibutuhkan delapan jam untuk menerbangkan bantuan dari Indonesia ke Myanmar. Delapan jam tersebut terdiri atas penerbangan 4 jam ke Aceh untuk pengisian bahan bakar dan 4-4,5 jam penerbangan dari Aceh ke Myanmar.

Gotong Royong

Di tempat yang sama, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani mengatakan bantuan ini adalah hasil gotong royong yang disiapkan oleh Kementerian Kesehatan, BNPB, Bulog dan Asosiasi Pemerintah Provinsi. Kemenkes menyumbang obatobatan 1 ton, makanan pendamping ASI 4 ton dan makanan tambahan ibu hamil 4 ton.

Sementara BNPB mengirim tenda, makanan siap saji, pakaian, selimut. Di luar itu, Bulog dan Asosiasi Pemerintah Provinsi, masing-masing membantu 10 ton beras. Sementara, TNI mengkontribusikan Herculesnya sebagai alat transpor. “Kemenko PMK telah mengkoordinasikan dengan Kementerian dan Lembaga (K/L) di jajarannya untuk bergotong royong menyiapkan bantuan.

Pengiriman bantuan tersebut adalah bagian dari diplomasi Indonesia dalam mendorong penyelesaian krisis Rohingya di Myanmar,” ucap Puan. Puan berharap bantuan ini dapat membantu mengurangi beban hidup pengungsi Rohingya. Seiring dengan itu Indonesia mendorong adanya penyelesaian damai, adil dan permanen terhadap penyelesaian krisis Rohingya di Myanmar,” ujarnya.

Secara terpisah, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyampaikan bantuan yang akan dikirimkan pada tahap berikutnya belum ditentukan. Sebab, tim yang berada di lapangan akan melakukan assessment dahulu seusai pengiriman tahap pertama. Dengan begitu, kata Retno, bisa diketahui apa yang paling dibutuhkan para pengungsi. Misalnya, pada pengiriman tahap pertama ini diputuskan untuk mengirim bantuan berupa makanan siap saji, selimut, tangki air, pakaian, dan family kit karena hal tersebut yang paling dibutuhkan. fdl/cit/P-4

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment