RI Cari Jalan Tengah untuk Peradaban Dunia | Koran Jakarta
Koran Jakarta | December 10 2019
No Comments
Forum Perdamaian Dunia ke-7

RI Cari Jalan Tengah untuk Peradaban Dunia

RI Cari Jalan Tengah untuk Peradaban Dunia

Foto : koran jakarta /m fachri
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Kantor Utusan Khusus Presiden untuk Dialog, Kerja Sama Antaragama dan Peradaban berkolaborasi dengan Centre for Dialogue and Cooperation Among Civilizations (CDCC) dan Cheng Ho Multi Cultural and Education Trust of Malaysia akan menggelar The World Peace Forum (WPF) yang ketujuh. The World Peace Forum (WPF) yang ketujuh ini akan digelar di Hotel Sultan, Jakarta pada Selasa-Kamis, tanggal 14- 16, Agustus 2018. “Para peserta yang konfirm sangat banyak.

Sesuai undangan ada sekitar 100 tokoh peacemaker, aktivis, 40 negara, dan 100 tokoh- tokoh agamawan, cendikiawan dalam negeri,” kata Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerja Sama Antaragama dan Peradaban, Din Syamsuddin saat menggelar jumpa pers di Ruang ASEAN 3, Hotel Sultan, Jakarta, Senin (13/8).

Mereka yang akan hadir termasuk tokoh dunia yang memimpin negara atau kepala pemerintahan. Diantaranya PM Malaysia Dr. Mahathir Muhammad. Mantan PM Aljazair, Mantan Presiden Timor Leste, Xana Gusmao, Ali Alkatiri, Mantan PM Australia Kevin Rudd, dan sejumlah tokoh lain dari Norwegia, Bhisop Camillo Ballin dari Bahrain,Dr. Narayan Vasudevan dari India.

Din menuturkan, the World Peace Forum (WPF) yang ketujuh ini mengambil tema ‘The Middle Path for the World Civilization’. Dengan tema tersebut Din berharap dapat membuat jalan tengah mengenai permasalahan dunia. “Tema kali ini, konsep wawasan jalan tengah, keseimbangan tentang keadilan yang kita ajukan untuk peradaban dunia,” ucap Din.

Menurutnya, hal itu diambil karena sudah banyak kalangan menyimpulkan bahwa ada tsunami peradaban di dunia. Bahkan, lanjut dia ada banyak pihak mengatakan ada ketidaktertiban dunia yang tak pasti. “Dunia mengalami gangguan besar,” jelasnya. Oleh karena itu, Din berharap kegiatan ini nantinya bisa menjadi salah satu cara untuk menang gulangi hal tersebut dengan meminta masukan dari tokoh agama, cendikiawan, tokoh ilmuan baik dari dalam maupun luar negeri.

“Dalam forum ini, nanti 2-3 sesi pertama konsep ini dilakukan secara umum. 2 sesi berikutnya, jalan tengah agama, 2 sesi lagi soal ideologi, dan 3 sesi mengenai ekonomi, politik, budaya. Diakhir pertemuan ada pesan . Mungkin saja Jakarta Message atau Sultan Message, atau Peace Energy of the World Message karena ada Asian Games,” tutup Din yang juga sebagai ketua CDCC ini.

Sementara itu, Ketua SC Yuli Mumpuni menambahkan dalam forum itu nantinya juga akan dibahas ekonomi jalan tengah. “Insya Allah kita akan bicarakan mengenai jalan tengah ekonomi, budaya dan politik di WPF,” ujarnya. Selain itu, nanti juga akan dibuat semacam kelompok bagi peserta yang fokus pada satu persoalan. ”Ada rekomendasi semacam grup yang interest mengenai isu apa akan dibuat kelompok. (Intinya) pesan yang berpartisipasi dalam mendorong perdamaian,” tutupnya. fdl/AR-3

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment