RI-Belanda Mantapkan Kerja Sama Lingkungan Hidup | Koran Jakarta
Koran Jakarta | December 10 2019
No Comments

RI-Belanda Mantapkan Kerja Sama Lingkungan Hidup

RI-Belanda Mantapkan Kerja Sama Lingkungan Hidup

Foto : ISTIMEWA
bersama pejabat belanda l Menteri LHK, Siti Nurbaya (kanan) dan State Secretary for Infrastructure and Water Management Belanda, Stientjevan Veldhovenfor, usai pembicaraan di sela-sela pertemuan menteri-menteri lingkungan hidup anggota G-20, di Karuizawa, Jepang, Minggu (16/6).
A   A   A   Pengaturan Font

Karuizawa, Jepang – Indonesia dan Belanda mene­gaskan untuk memantapkan kerja sama bidang lingkungan. Hal tersebut disampaikan Ketua Delegasi Indonesia Bidang Lingkungan, Menteri LHK Siti Nurbaya di sela-sela per­temuan menteri-menteri lingkungan hidup anggota G-20 yang diselenggarakan di Karuizawa, Jepang, Minggu (16/6)

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Si­ti Nurbaya dan State Secretary for Infrastructure and Water Management Belanda Stientje van Veldhovenfor menyam­but baik besarnya dukungan negara-negara G20 pada isu sampah laut dan circular economy.

“Lingkungan hidup yang baik merupakan hak warga ne­gara yang ditetapkan dalam UUD 1945 beserta peraturan turunannya, sehingga sangat kondusif untuk implemen­tasiAntara lain, telah disahkan peraturan mengenai sub­sidi untuk Pemda untuk membantu perusahaan swasta mengumpulkan dan mengolah sampah, sehingga usaha tersebut bisa menguntungkan,” ujar Menteri Siti.

Menjawab pertanyaan Menteri van Veldhovendor apa­kah Indonesia terdampak atas keputusan Tiongkok un­tuk tidak lagi mengimpor sampah plastik, Menteri Siti me­nyampaikan telah adanya dua kapal berisi sampah plastik ilegal yang ditemukan di Surabaya dan Batam, yang berasal dari Eropa namun bukan Belanda.

Menteri Belanda meyakinkan bahwa Belanda menen­tang ekspor plastik bekas, dan akan mendesak EUun­tuk mengambil sikap yang sama. “Barangkali Belanda bi­sa membantu antara lain dalam monitoring, survei dan pe­metaan,” ujar Menteri Siti menawarkan bidang kerja sama. Pihak Belanda setuju hal tersebut merupakan isu penting untuk dikerjasamakan.

“Plastik tetap mempunyai peran, namun segala se­suatu jangan sekali buang. Eropa harus mengurus sen­diri sampah plastiknya, tolong beritahu kami kalau ada sampah plastik Eropa yang sampai ke Indonesia,” tegas Veldhovenfor.  sur/AR-3

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment