Koran Jakarta | April 20 2019
No Comments
Pelaporan Pajak - Sekitar 92 Persen Penyampaian SPT Dilakukan Melalui “E-filing”

Realisasi Penyampaian SPT Naik 10%

Realisasi Penyampaian SPT Naik 10%

Foto : ANTARA/Indrianto Eko Suwarso
A   A   A   Pengaturan Font
Kenaikan pelaporan SPT ini karena tingkat kepatuhan Wajib Pajak makin membaik, terutama para peserta yang telah mengikuti program pengampunan pajak.

JAKARTA – Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan realisasi pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan hingga pertengahan Maret 2019 mendekati enam juta SPT yang sebagian besar disampaikan secara elektronik atau e-filing. Jumlah tersebut meningkat 10,7 persen dibandingkan periode sama tahun lalu.

“Jumlah diterima sudah hampir enam juta yaitu 5,97 juta, atau meningkat dari 5,4 juta tahun lalu,” kata Direktur Potensi, Kepatuhan dan Penerimaan Pajak Yon Arsal, di Jakarta, Kamis (14/3). Yon mengatakan realisasi pertumbuhan terbesar dari penyampaian SPT tersebut berasal dari Wajib Pajak (WP) Orang Pribadi nonkaryawan mencapai 17 persen, meski masih terdapat penurunan dari penyampaian SPT Orang Pribadi karyawan.

Dia menjelaskan salah satu alasan kenaikan pelaporan SPT ini berasal dari tingkat kepatuhan Wajib Pajak yang makin membaik, terutama para peserta yang telah mengikuti program pengampunan pajak.

“Kalau rata-rata WP non tax amnesty kepatuhannya 71 persen tahun kemarin, peserta tax amnesty kepatuhan formalnya lebih dari 90 persen. Ini kita jadikan benchmark bagi partisipan non-tax amnesty untuk lebih baik kepatuhan formalnya,” ujar Yon.

Selain itu, proses sosialisasi maupun edukasi turut memberikan kontribusi terhadap peningkatan pelaporan SPT, karena Wajib Pajak telah mendapatkan surat elektronik dari otoritas pajak sebagai pengingat untuk segera menyampaikan SPT. “Program edukasi telah ditonjolkan, makanya kemarin DJP mengirimkan email kepada WP.

Ini sebagai best practice yang sudah dilakukan negara maju untuk mengingatkan WP segera jatuh tempo. Itu praktik yang lazim,” katanya. Melalui upaya tersebut, Yon menyakini jumlah penyampaian SPT Wajib Pajak Orang Pribadi maupun Badan akan meningkat atau mendekati jumlah Wajib Pajak terdaftar wajib SPT pada 2019 sebesar 18,3 juta Wajib Pajak.

Sebelumnya, DJP mencatat realisasi pelaporan SPT Wajib Pajak pada 2018 mencapai 12,5 juta SPT yang terdiri atas 9,87 juta Orang Pribadi karyawan, 1,82 juta Orang Pribadi nonkaryawan dan 854,3 ribu badan. Tingkat kepatuhan tersebut mencapai kisaran 71 persen, karena Wajib Pajak terdaftar wajib SPT pada 2018 sebesar 17,6 juta Wajib Pajak yang terdiri dari 13,7 juta OP karyawan, 2,45 juta OP non karyawan dan 1,45 juta Badan.

 

Fasilitas “E-filing”

 

Lebih lanjut, DJP menegaskan fasilitas pelayanan e-filing terbukti sangat membantu masyarakat menyampaikan SPT. Dari 5,97 juta SPT, sebanyak 92 persen disampaikan melalui e-filing. Sistem e-filing merupakan cara penyampaian SPT tahunan secara elektronik yang dilakukan dengan daring (online) dan sewaktu-waktu (real time) melalui internet pada website DJP.

“Tingginya penggunaan sistem elektronik ini karena wajib pajak telah menyadari kemudahan dari e-filing dan tidak perlu lagi hadir ke kantor pelayanan pajak untuk menyampaikan dokumen kertas,” ujar Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat, Hestu Yoga Saksama.

Hestu juga mengimbau WP orang pribadi segera menyampaikan kewajiban penyampaian SPT menggunakan e-filing untuk menghindari gagal lapor atau server overload. Untuk itu, dia meminta WP yang telah memiliki dokumen pendukung, seperti bukti potong pajak penghasilan segera melapor dan tidak perlu menunggu batas akhir 31 Maret 2019. 

 

Ant/E-10

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment