Koran Jakarta | December 16 2018
No Comments
Pemerataan Ekonomi - Pemerintah Salurkan KUR Khusus Peternakan Rakyat di Wonogiri Rp8,9 Miliar

Realisasi KUR 2018 Hampir 95 Persen

Realisasi KUR 2018 Hampir 95 Persen

Foto : istimewa
Serahkan KUR - Menko Perekonomian Darmin Nasution (kanan) menyerahkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) khusus peternakan rakyat kepada lima perwakilan kelompok peternak di Wonogiri, Jawa Tengah, Kamis (6/12). Bank Mandiri mengucurkan KUR peternakan rakyat senilai 1,3 miliar rupiah kepada peternak anggota Badan Usaha Milik Petani (BUMP) PT Pengayom Tani Sejagad desa Kebonagung, Wonogiri.
A   A   A   Pengaturan Font
Porsi penyaluran KUR ke sektor produksi saat ini masih lebih kecil dibandingkan sektor perdagangan dengan perbandingan 40:60.

WONOGIRI – Pemerintah optimistis penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) tahun ini mencapai 120 triliun rupiah, meningkat dibandingkan tahun lalu sebesar 96,7 triliun rupiah. Keyakinan itu didasarkan pada realisasi hingga Oktober lalu hampir mencapai 95 persen.

Menteri Koordinator Per­ekonomian, Darmin Nasution, di Wonogiri, Jawa Tengah, Ka­mis (6/12), mengatakan selama Januari-Oktober 2018, penya­luran KURsebesar113 triliun rupiah dan permintaannya te­rus meningkat sejak suku bu­nga ditetapkan tujuh persen.

“Kami yakin hingga akhir ta­hun ini (penyaluran) KURakan mencapai 120 triliun rupiah dan tahun depan diperkirakan meningkat menjadi 140 triliun rupiah,” ujar Darmin saat pe­luncuran KURKhusus untuk Peternakan Rakyat dan BUMN Hadir untuk Negeri di Kebon Agung, Sidoharjo Wonogiri.

Dalam acara yang juga di­hadiri Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, tersebut, saat ini program KURyang ditawar­kan semakin banyak diban­dingkan pada saat pertama kali diluncurkan pada 2007. Pada awalnya, KURsektor pertanian hanya untuk tanaman pangan dan hortikultura, namun saat ini diperluas untuk peternakan dan perkebunan.

Selain itu, lanjutnya, suku bunga sejak 2015 hingga kini mengalami penurunan dari 12 persen menjadi 9 persen dan sejak 1 Januari 2018 kembali di­turunkan menjadi 7 persen.

Pada kesempatan itu, Darmin mengungkapkan besar KURuntuk sektor produksi ke depan akan diperbesar di mana pada saat ini hanya sebesar 40 persen dari pagu penyaluran nantinya menjadi 50 persen bahkan hingga 60 persen, se­dangkan selebihnya untuk sek­tor perdagangan.

Buka Akses

Terkait KURKhusus untuk Peternakan Rakyat, pemerintah menyalurkan pembiayaan bagi peternak di Wonogiri sebesar 8,9 miliar rupiah. Kredit yang disalurkan kepada 69 anggota kelompok peternak rakyat itu sebagai implementasi dari ke­bijakan pemerataan ekonomi.

“Pemerintah berkomitmen untuk mengurangi masalah ketimpangan dan kemiskinan dengan memperkuat kebijak­an pemerataan ekonomi yang mencakup lahan, kesempatan, dan kapasitas Sumber Daya Ma­nusia (SDM),” ungkap Darmin.

Menurut Darmin, salah satu fokus pemerintah membuka akses pembiayaan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Sementara pilar la­han mencakup reforma agraria dan perhutanan sosial, serta pendidikan vokasi untuk pilar kapasitas SDM.

Seperti diketahui, KURKhu­sus diberikan kepada kelompok yang dikelola secara bersama dalam bentuk klaster dengan menggunakan mitra usaha un­tuk komoditas perkebunan rak­yat, peternakan rakyat, dan per­ikanan rakyat.

Bank yang ditunjuk sebagai penyalur KURkhusus peternak­an rakyat kali ini adalah Bank BRI, Bank Mandiri, Bank BNI, Bank Jateng, dan Bank Sinar­mas, dengan offtaker PTWido­do Makmur Perkasa dan Badan Usaha Milik Petani (BUMP) PT. Pengayom Tani Sejagat.

Sementara itu Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menya­takan, perlunyanya akses per­modalan dan pendampingan untuk petani maupun peternak rakyat. Menurut dia, sebanyak 8 wilayah di Jateng, salah satunya Wonogiri, siap dikembangkan sebagai sentra peternakan sapi yang nantinya akan dilakukan kerja sama pelatihan untuk pe­ternak sapi dengan Australia.

“Wonogiri ini nanti akan di­jadikan salah satu sentra dan model peternakan sapi di In­doensia. Untuk pasar tidak perlu kuatir karena Jakarta siap menampung berapapun hasil­nya,” ujar mantan anggota DPRRI itu. bud/E-10

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment