Ratusan Warga Protes, Beijing Dituding Ingin Hancurkan Budaya Mongolia | Koran Jakarta
Koran Jakarta | September 19 2020
No Comments

Ratusan Warga Protes, Beijing Dituding Ingin Hancurkan Budaya Mongolia

Ratusan Warga Protes, Beijing Dituding Ingin Hancurkan Budaya Mongolia

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

ULAANBAATAR. Ratusan demonstran berunjuk rasa di ibu kota Mongolia, Ulaanbaatar  Selasa (16/9) memprotes kunjungan Menteri Luar Negeri Tiongkok, Anggota Dewan Negara Tiongkok, Wang Yi, di tengah tuduhan bahwa Beijing menekan bahasa dan budaya asli di wilayah etnis Mongolia di Tiongkok.

Sekitar 100 pengunjuk rasa yang sebagian besar damai berkumpul di Lapangan Sukhbaatar di depan Istana Pemerintah Mongolia dan meneriakkan "mari lindungi bahasa ibu kita" dan "Wang Yi pergi".

Mereka menanggapi kebijakan yang memaksa sekolah dasar dan menengah di wilayah Mongolia dalam Tiongkok untuk mematuhi kurikulum nasional dalam bahasa, politik, dan sejarah Tiongkok.

Tiongkok mengatakan kebijakan itu dirancang untuk mempromosikan persatuan nasional dan bersikeras masih akan ada ruang untuk pengajaran bahasa Mongolia di mata pelajaran dan kelas lain.

Namun, kebijakan tersebut diboikot sejumlah sekolah dan menimbulkan tuduhan dari kelompok hak asasi manusia bahwa Beijing berusaha menghancurkan budaya Mongolia.

Pada hari Senin, Pusat Informasi Hak Asasi Manusia Mongolia Selatan yang berbasis di AS menuduh pihak berwenang China mengubah wilayah tersebut menjadi "negara polisi".

Dikatakan 4.000-5.000 orang telah ditahan polisi selama tiga minggu protes, sementara setidaknya sembilan orang tewas.

Pemerintah Mongolia belum mengomentari masalah ini. "Pemimpin kami perlu angkat bicara," kata seorang pengunjuk rasa, dukun bernama Khaliun Sukhbaatar, kepada Reuters.

"Jika pemerintah kita bungkam atas nama hubungan internasional dan stabilitas ekonomi, satu per satu orang Mongolia akan ditekan dan Mongolia akan lenyap."

Ekonomi Mongolia sangat bergantung pada China, dan Beijing diharapkan memberi negara itu hibah 700 juta yuan (US$ 103,15 juta) selama kunjungan dua hari Wang

Dalam wawancara dengan Daily National Newspaper yang berbasis di Ulaanbaatar pada hari Senin, duta besar China untuk Mongolia Chai Wenrui mengatakan "rumor palsu" tentang kebijakan tersebut memicu konflik.

Dia juga mengatakan permintaan China untuk batu bara Mongolia - penghasil ekspor terbesarnya - menyusut. Meskipun pengiriman terus berlanjut, mereka menumpuk karena tidak ada pasar untuk mereka.

"Terus terang, kami bekerja untuk kepentingan Anda," katanya .AFP/P-4

 

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment