Koran Jakarta | November 19 2019
No Comments

Raptors Juara NBA

Raptors Juara NBA

Foto : KENARETHE CANADIAN PRESS/FRANK GUNNIS
A   A   A   Pengaturan Font

Ribuan warga Toronto turun ke jalan merayakan keberhasilan Toronto Raptors menjuarai ajang NBA untuk pertama kalinya.

TORONTO -Ribuan orang turun ke jalan-jalan kota To­ronto, Kanada, Jumat (14/6) pagi waktu setempat, untuk merayakan kesuksesan tim bola basket mereka, Toronto Raptors yang untuk pertama kalinya berhasil menjuarai kompetisi NBA.

Raptors memastikan gelar juara NBA 2019 setelah per­tandingan Kamis malam men­galahkan Golden State War­riors 114-110 sehingga unggul 4-2 dari seri best-of-seven di laga final, sekaligus meno­batkan diri sebagai klub NBA pertama di luar Amerika Seri­kat yang menjuarai kompetisi bola basket paling bergengsi di dunia itu.

Para suporter Raptors den­gan baju dengan warna khas tim Raptors merah hitam sejak Kamis malam berkumpul di klab-klab dan kedai-kedai di tepi jalan untuk menyaksikan pertandingan penting dalam sejarah bola basket Kanada itu.

Begitu sirene akhir per­tandingan berbunyi, para suporter Raptors pun ber­hamburan menuju Yonge-Dundas Square Toronto untuk merayakan kemenangan itu. “Saya merasa takjub, saya me­nunggu momen ini sepanjang hidup saya,” kata Hussein Aso­ma, salah satu fans Raptors se­perti dikutip AFP.

Kembang api pun dinyal­akan, dan terdengar nyanyian lagu kelompok musik Queen “We Are the Champions”. “Se­belumnya saya tidak pernah melihat sebuah tim Toronto memenangi trofi besar seperti ini,” kata Brendar Stringer, salah satu suporter. “Me­lihat kota saya bergembi­ra, ini sangat berarti bagi saya,” katanya.

Gelar Pertama

Toronto Raptors sukses memenangi gim keenam final NBA atas Golden State Warrior, untuk menga­mankan gelar juara dengan hasil agregat 4-2. Ini jadi gelar juara NBA pertama di sepan­jang sejarah bagi Raptors.

Pada pertandingan yang di­mainkan di Oracle Arena, Oak­land, AS, Jumat WIB, tim tamu mendulang kemenangan 114-110. Berstatus tuan rumah, Warriors memiliki keunggulan psikologis di mana mereka akan memainkan pertand­ingan terakhirnya di Oracle Arena serta tekad menghibur bintang mereka Kevin Durant yang kembali dibekap cedera. Namun Toronto tidak dapat dibendung untuk menuju ke­menangan, khususnya sete­lah Warriors kehilangan guard Klay Thompson pada kuarter keempat akibat cedera lutut.

Tiga pemain Raptors me­lampaui atau menyamai per­olehan poin Kawhi Leonard. Kyle Lowry memasukkan 11 dari total 26 poinnya pada dua menit pertama laga ini. Pascal Siakam menambahi 26 poin dan sepuluh rebound, sedangkan Fred Van Vleet me­masukkan lima dari 13 lem­paran tiga poin milik Toronto untuk menyelesaikan pertandingan dengan koleksi 22 poin.

Leonard total men­catatkan 22 poin dan enam rebound pada laga ini, yang membuatnya di­nilai tidak terlalu cemer­lang. Walau demikian, ia tetap menggondol gelar MVP untuk putaran final NBA se­bagai sosok penting dalam kesuksesan tim Kanada ini merengkuh gelar juara untuk pertama kalinya.

Warriors berusaha keras mendapatkan kemenangan demi menghibur Durant dan memberikan kenangan per­pisahan yang indah kepada Oracle Arena. Sayangnya, me­reka justru harus menelan ke­kalahan 0-3 saat bertindak se­bagai tuan rumah di putaran final ini di pertandingan pertama sejak Durant mengalami cedera tendon Achilles.

Upaya Warriors semakin berat setelah Thompson juga cedera ketika kuarter ketiga tinggal menyisakan waktu 2:22.

Tanpa kehadiran Durant dan Thompson, Warriors ber­usaha keras menandingi tim tamu. Namun, sang juara ber­tahan akhirnya harus menye­rah atas tamunya.

Sukses Raptors memenangi gelar juara NBA semakin leng­kap setelah bintang mereka, Kawhi Leonard, dinobatkan sebagai MVP di final.

Small forward berusia 27 tahun itu selalu tampil di enam pertandingan kon­tra Warriors dengan mence­tak rata-rata 28,5 poin. MVP Final ini adalah gelar kedua bagi Leonard usai sebelumnya memimpin San Antonio Spurs memenangi NBA 2013-14.

Leonard menjadi pebasket ketiga yang memenangi MVP Final dengan dua tim yang berbeda. Dua pebasket lain­nya adalah Kareem Abdul-Jabbar (Milwaukee Bucks dan LA Lakers) dan LeBron James (Miami Heat dan Cleveland Cavaliers).

“Aku datang ke sebuah tim baru, pelatih baru, dan mind­set-nya sama dengan mind­set-ku...mencoba mendapat­kan ‘Larry OB’ (trofi NBA ) di sini. Aku senang seluruh kerja kerasku terbayar.” Ant/S-2

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment