Koran Jakarta | July 19 2019
No Comments
Pemilu 2019 - Paslon Prabowo-Sandi Menang di Jawa Barat

Rakyat Tak Perlu Takut saat Pengumuman Hasil Pilpres

Rakyat Tak Perlu Takut saat Pengumuman Hasil Pilpres

Foto : ISTIMEWA
Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Wiranto
A   A   A   Pengaturan Font
Wiranto perintahkan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, yang terdiri dari kepala daerah, Panglima Kodam atau Pangdam dan Kapolda se-Indonesia, mencegah pergerakan massa dari daerah ke Jakarta.

JAKARTA – Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Wiranto, mengatakan masyarakat tidak perlu takut menghadapi pengumuman hasil pemilihan presiden (pilpres) pada 22 Mei 2019. Wiranto percaya, TNI dan Polri mampu memberikan perlindungan secara maksimal kepada masyarakat.

“Polisi dan TNI kan sudah menunjukkan suatu iktikad yang sangat luar biasa. Mereka bersatu padu melakukan pengamanan-pengamanan, dan sudah direncanakan semua hal yang menyangkut keamanan masyarakat dan sebagainya, sehingga masyarakat tidak perlu takut, khawatir. Tenang-tenang saja jalani kehidupan seperti biasa,” kata Wiranto saat memberikan pengarahan di acara Rapat Koordinasi Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial tahun 2019, di Hotel Grand Paragon, Jakarta, Kamis (16/5).

Wiranto juga sudah memerintahkan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), yang terdiri dari kepala daerah, Panglima Kodam atau Pangdam dan Kapolda se-Indonesia, mencegah pergerakan massa dari daerah ke Jakarta. Ia mengatakan aparat di daerah dan pusat harus bersinergi untuk memastikan agar situasi politik tetap kondusif, terutama pada saat penetapan Presiden dan Wakil Presiden oleh Komisi Pemilihan Umum

“Pencegahan penumpukan massa ini sangat penting untuk mencegah terjadinya konflik sosial yang memungkinkan terjadi kerusuhan. Dari daerah tolong, Forkopimda, Pangdam, Kapolda, jangan biarkan masyarakat keluar daerah menuju Jakarta, selesaikan masalahnya di sana,” ujar Wiranto.

“Kepala desa, Babinkamtibmas, Danramil, Babinsa ya, selesaikan di sana. Kan besaran penumpukan massa ini ketika daerah enggak bisa membendung mereka ke Jakarta. Nah, jadi sinerginya di situ,” tambah Wiranto.

 

Seorang Kesatria

 

Sementara itu, Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, meyakini calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, tak akan melakukan tindakan inkonstitusional yang menyebabkan perpecahan di masyarakat. Dia menyebut Prabowo memiliki jiwa patriot. “Kalau saya melihat, Pak Prabowo itu seorang yang patriotik ya.

Seorang yang kesatria, perlu digarisbawahi, samalah, kita sama-sama tentara, harus kesatria muncul,” kata Moeldoko, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis. “Saya yakin, Pak Prabowo memiliki itu. Hanya jangan yang di bawahnya itu malah melakukan hal-hal yang keluar dari pemikiran bosnya,” sambung mantan Panglima TNI ini.

 

Rekapitulasi Nasional

 

Di tempat terpisah, Komisi Pemilihan Umum (KPU) terus menyelesaikan rekapitulasi hasil suara tingkat nasional. Kamis (16/5), KPU hanya menyelesaikan rekapitulasi suara untuk Provinsi Jawa Barat. Hasilnya, pasangan paslon nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, menang atas paslon nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

“Rekapitulasi suara pemilu Provinsi Jawa Barat sah,” kata pimpinan rapat yang juga Komisioner KPU RI, Evi Novida Ginting Manik, di Kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis. Berdasarkan hasil rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara, Prabowo-Sandi mendapat suara 16.077.446, sedangkan Jokowi-Ma’ruf mendapat 10.750.568 suara.

Selisih suara di antara keduanya mencapai 5.326.878. Jumlah pemilih di Jawa Barat mencapai 34.610.297 orang. Dari angka ini, sebanyak 27.476.079 pemilih menggunakan hak pilihnya. Dari suara yang masuk, 648.065 di antaranya tidak sah. Sehingga, jumlah surat suara sah 26.828.014. 

 

rag/Ant/P-4

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment