Rakyat Amerika Serikat Kian Percaya pada Kebijakan Ekonomi Trump | Koran Jakarta
Koran Jakarta | July 10 2020
No Comments
Hasil Survei FT- Peterson

Rakyat Amerika Serikat Kian Percaya pada Kebijakan Ekonomi Trump

Rakyat Amerika Serikat Kian Percaya pada Kebijakan Ekonomi Trump

Foto : afp
A   A   A   Pengaturan Font

NEW YORK – Menguatnya indeks harga saham di Bursa Efek New York pada penutupan akhir tahun lalu dan me­ningkatnya pertumbuhan pendapatan masyarakat ber­penghasilan rendah telah meningkatkan kepercayaan publik Amerika Serikat (AS) terhadap kebijakan ekonomi Presiden Donald Trump.

“Mereka percaya kebijakan Presiden telah membantu ekonomi AS,” ungkap hasil survei Financial Times bersa­ma Yayasan Peter G Peterson (FT-Peterson) yang dipublika­sikan, Senin (13/1).

Disebutkan, sekitar 51 persen orang Amerika percaya bahwa kebijakan Trump agak membantu perekonomi­an. Hasil ini pertama kalinya mayoritas responden mengisyaratkan dukungan untuk agenda ekonomi Presiden se­jak FT dan Yayasan Peterson melakukan survei. Pada Okto­ber tahun lalu, baru 44 persen pemilih yang percaya pada kebijakan Trump, sedangkan 47 persen lainnya menilai ke­bijakan Trump merusak per­tumbuhan ekonomi.

Sementara itu, Kepala Eko­nomi di Bank of America Mer­rill Lynch Global Research, Michelle Meyer, mengatakan kombinasi suku bunga ren­dah, peningkatan pasar pe­rumahan dan kenaikan indeks harga saham di akhir tahun menjadi salah satu faktor op­timisme pemilih.

Diketahui, indeks S&P 500 sebagai patokan Wall Street naik 8,5 persen dalam tiga bulan terakhir 2019 dan pada kuartal keempat menjadi ter­baik dalam enam tahun terakhir. Selain itu, pengangguran tetap berada di posisi terendah pada akhir tahun lalu, upah semua pekerja naik, terutama bagi mereka yang bekerja di sektor ritel, hotel, dan restoran.

Julie Hootkin, seorang mi­tra di Global Strategy Group, perusahaan pemungutan suara Demokrat yang melakukan jajak pendapat FT-Peterson bersama dengan kelompok Republik North Star Opinion Research, mengatakan penge­luaran konsumen di sekitar li­buran mungkin juga meningkatkan sentimen pemilih.

“Persepsi ekonomi yang membaik di sekitar liburan berjalan seiring dengan pengeluaran konsumen tahun ini yang lebih tinggi, dan semakin banyak orang bepergian sela­ma liburan tahun ini menjadi indikator dari optimisme eko­nomi,” kata Hootkin.

Sementara itu, jajak pendapat FT-Peterson menunjukkan bahwa dukungan un­tuk kebijakan ekonomi Trump kurang kuat di beberapa nega­ra bagian yang menjadi kunci kemenangan Pemilu 2016. Di Wisconsin, yang dimenangkan oleh Trump dengan 23.000 suara, hanya 39 persen dari pemilih yang mendukung ke­bijakan Presiden; di Pennsyl­vania dan Michigan, 46 persen percaya agendanya telah membantu perekonomian.

Data tersebut memberikan titik terang yang penting bagi seorang Presiden yang mem­pertaruhkan tawaran pemili­hannya kembali pada eko­nomi AS yang kuat. Apalagi, Trump sering menggembar-gemborkan catatan pasar sa­ham dan angka ketenagaker­jaan yang kuat di TwitterAFP/SB/AR-2

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment