Koran Jakarta | October 22 2018
No Comments

Rahasia Sukses Perusahaan “Empat Penunggang Kuda”

Rahasia Sukses Perusahaan “Empat Penunggang Kuda”
A   A   A   Pengaturan Font

Judul : The Four: DNA Rahasia

Penulis : Scott Galloway

Penerbit : Gramedia

Cetakan : 2018

Tebal : 290 halaman

ISBN : 978–602-03-8184-8

 

Selama 20 tahun terakhir, empat raksasa teknologi telah mencetuskan banyak kemajuan. Mereka adalah Apple, Amazon, Facebook, dan Google. Keempatnya juga telah menyediakan ratusan ribu pekerjaan bergaji tinggi dengan 418.000 pekerja. Mereka digelari “Empat Penunggang Kuda”

karena telah menguasai sebagian besar lahan pekerjaan dan omzet bisnis saat ini. “Gabungan nilai saham mereka mendekati 2,3 triliun dollar. Ini hampir sebesar produk domestik bruto Prancis, negara maju dengan 67 juta penduduk,” kata Scott Galloway, penulis buku ini (hlm 260).

Sebagai pengecer online pilihan pertama sebagian besar masyarakat dunia, Amazon mengurangi kesusahan mendapat produk. Jeff Bezos, pendiri Amazon, merupakan orang ketiga terkaya dunia. Urutan pertama dan kedua adalah Bill Gates dan Warren Buffet. Keduanya memiliki bisnis-bisnis besar perangkat lunak dan asuransi. Namun, keduanya tidak memiliki perusahaan yang tumbuh 20 persen lebih setiap tahun.

Apple diyakini merupakan lambang kekayaan, pendidikan, dan nilai-nilai barat. Dia memenuhi dua kebutuhan naluriah manusia: merasa dekat dengan Tuhan dan lebih menarik di mata lawan jenis. Apple meniru agama dengan adanya sistem kepercayaan, objek pujaan, umat pengikut, dan sosok suci. Di antara umatnya adalah orang-orang terpenting dunia seperti kalangan inovasi (hlm 67).

Dengan memproduksi berbiaya rendah, tapi bernilai jual harga tinggi, Apple telah menjadi perusahaan paling menguntungkan dalam sejarah. Pada kuartal keempat 2016, Apple membukukan laba bersih dua kali lipat total milik Amazon, sejak didirikan 23 tahun lalu. Uang kas Apple hampir sebesar produk domestik bruto Denmark.

Facebook adalah benda paling berhasil sepanjang sejarah manusia. Satu menit dari setiap enam menit kegiatan daring dihabiskan di Facebook. Satu menit dari setiap lima menit kegiatan telepon genggam adalah di Facebook. Nilainya sekarang mencapai 420 miliar dollar (hlm 93).

Google ibarat dewa bagi manusia modern yang menjadi sumber pengetahuan tepercaya. Perusahaan di bawah naungan Alphabet Inc ini, pada 2016 meraih laba 20 miliar dollar. Omzet naik 23 persen dan menurunkan tarif iklan 11 persen. Google menggunakan kekuatan dua miliar orang dalam 24 jam tiap hari untuk menghasilkan pendapatan luar biasa, lebih besar dari perusahaan mana pun.

Scott Galloway kemudian menganalisis rahasia sukses empat perusahaan tersebut. Menggunakan sudut pandang psikologi revolusioner, dia melihat segala bisnis sukses harus menarik bagi satu dari tiga bagian tubuh: otak, hati, dan alat kelamin. Google berbicara ke otak dan membantunya memperluas ingatan jangka panjang sampai nyaris tak terhingga.

“Google tak pernah capek, tak pernah kena jet lag. Dia tidak hanya menemukan apa pun yang diinginkan manusia. Hasil pencarian Google bahkan lebih dipercaya dari ingatan diri,” tulis Scott (hlm 172). Sedangkan Amazon menguasai ritel dunia dengan pendekatan terhadap otak pula.

Facebook menyentuh hati manusia sebagai makhluk sosial yang tak bisa hidup sendiri. Bila manusia dipisahkan dari keluarga dan teman bisa depresi, berpenyakit mental, dan umurnya menjadi lebih pendek. Facebook dianggap penting karena berhasil menyediakan jalur komunikasi multimedia yang lebih hebat. Ini memperluas hubungan antarmanusia yang merasa lebih bahagia, diterima, dan dicintai.

Produk Apple dikonsumsi untuk ekspresi diri yang lebih menarik. Produk bermerek Apple telah memberi status kepada konsumen. Apple membuat mereka tampil genius, tercerahkan, berpikir berbeda, keren, elegan, kaya, dan bersemangat (hlm 174). Kesuksesan Empat Penunggang Kuda didapat melalui hambatan jatuh bangun.


Diresensi Redy Ismanto, Alumnus Pascasarjana Universitas Negeri Surabaya

 

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment