Koran Jakarta | September 15 2019
No Comments
Pilpres 2019 - Hormati Putusan Mahkamah Konstitusi

Putusan Sidang Gugatan Pilpres Dibacakan Kamis

Putusan Sidang Gugatan Pilpres Dibacakan Kamis

Foto : ANTARA/HAFIDZ MUBARAK A
DIJAGA APARAT - Petugas kepolisian berjaga di depan Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Senin (24/6). Mahkamah Konstitusi akan mengumumkan putusan gugatan sidang pilpres pada Kamis (27/6).
A   A   A   Pengaturan Font
Komisi Pemilihan Umum meminta seluruh pihak tidak mendramatisir putusan sengketa hasil pilpres.

 

JAKARTA – Sidang sengketa hasil pemilihan presiden segera memasuki babak akhir. Mahkamah Konstitusi (MK) sudah memutuskan akan menggelar sidang putusan pada Kamis (27/6), satu hari lebih cepat dari yang diren­canakan sebelumnya.

Kepastian jadwal sidang putusan itu diungkapkan Juru Bicara Mahkamah Kon­stitusi (MK), Fajar Laksono, di Gedung MK, di Jakarta, Senin (24/6). Menurut Fajar, kepastian jadwal sidang pu­tusan diambil setelah para hakim menggelar Rapat Permusyawaratan Hakim (RPH) yang sudah dilakukan sejak Senin pagi. Setelah rapat, para hakim memutuskan untuk memajukan sidang putusan dari rencana sebelumnya paling lambat tanggal 28 Juni. RPH menurut Fajar telah sele­sai dilakukan.

“RPH hari ini sudah selesai, putusan dimajukan tanggal 27 Juni” ungkap Fajar.

Berdasarkan jadwal yang telah disusun, sidang gugatan pilpres sendiri tenggat wak­tunya memang paling lam­bat Jumat (28/6). Tapi karena RPH sudah selesai lebih cepat dari yang direncanakan, maka para hakim memutuskan un­tuk menggelar sidang putusan pada Kamis pekan ini. Menu­rut jadwal yang telah disepakati, sidang putusan akan dim­ulai pada 12.30 WIB.

Fajar menambahkan, MK sudah mulai menginformasi­kan mengenai jadwal sidang putusan kepada pihak pemo­hon, termohon, dan pihak terkait.

Pertimbangannya, kenapa sidang putusan digelar pada Kamis (27/6), bukan Jumat (28/6), karena majelis hakim merasa sudah siap untuk diba­cakan putusan pada Kamis ini.

“Pembacaan putusan gugatan hasil pilpres pada Kamis, 27 Juni, murni pertimbangan in­ternal majelis hakim. Tidak ada pertimbangan lain dalam me­mutuskan tanggal sidang putu­san. Jadi semata-mata karena aspek kesiapan majelis hakim,” katanya.

Fajar mengingatkan bahwa putusan MK itu bersifat final and binding atau final dan mengikat. Artinya, tidak bisa digugat lagi. Ia pun meminta semua pihak untuk meng­hormati proses yang telah berjalan di Mahkamah, terma­suk putusan yang akan diba­cakan nanti.

Ia minta masyarakat untuk tetap tenang, dan mempercayakan proses konstitusional ini kepada MK. Sembilan hakim MK akan mengambil keputusan sesuai dengan fakta persidangan, alat bukti dan berdasarkan keyakinan para hakim.

Aspek Substansi

Sementara itu, komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Viryan Azis, meminta seluruh pihak tidak mendra­matisir putusan sengketa hasil pilpres yang akan dibacakan hakim MK pada Kamis (27/6) itu. Ia mengimbau publik un­tuk menerima apa pun putusan MK.

“Iya, jangan didramatisasi. Mari kita semua menerima (putusan MK). Sebab ini yang menentukan adalah MK, lem­baga yang sah dan konstitu­sional memutuskan (hasil pil­pres),” kata Viryan di Jakarta.

Menurut Viryan, pihaknya juga tak pernah mendrama­tisir proses persidangan di MK. KPU, kata dia, fokus pada aspek substansi sidang. Viry­an menyebut pihaknya siap menerima dan melaksanakan apa pun putusan Mahkamah. ags/rag/tri/P-4

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment