Koran Jakarta | April 19 2019
No Comments
Keselamatan Transportasi

PT KAI Luncurkan 2 Kereta Penolong Terbaru

PT KAI Luncurkan 2 Kereta Penolong Terbaru

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

BANDUNG – PT Kerata Api Indonesia (KAI) meluncur­kan dua unit Kereta Penolong terbaru. Kereta Penolong satu berfungsi untuk evakuasi sa­rana KA, sementara Kereta Pe­nolong dua untuk evakuasi pe­numpang dan kru KAI.

Direktur Utama PT KAI, Edi Sukmoro, mengatakan dilun­curkannya Kereta Penolong terbaru ini, karena Kereta Pe­nolong versi pendahulunya ha­nya berfungsi untuk melaku­kan evakuasi sarana kereta api seperti kereta, gerbong, dan lokomotif ketika terjadi gang­guan dalam perjalanan.

“Sedangkan yang terbaru ini dilengkai fasilitas IGD un­tuk evakuasi penumpang dan petugas yang mengalami luka-luka,” kata dia saat meluncur­kan Kereta Penolong terbaru di Stasiun Bandung, Jawa Barat, Jumat (15/3).

Edi mengatakan Kereta Pe­nolong terbaru ini diproduksi oleh KAI dengan tujuan agar proses evakuasi lebih cepat apabila terjadi peristiwa luar biasa hebat (PLH).

“Dengan adanya Rangkaian Kereta Penolong terbaru ini memungkinkan proses evakua­si tidak hanya fokus pada pen­anganan gangguan perjalanan kereta api, akan tetapi perha­tian juga diutamakan kepada korban kecelakaan KA atau PLH tersebut, meskipun itu ti­dak kita harapkan” kata Edi.

Keunggulan lain Kereta Penolong terbaru ini adalah sudah memiliki tenaga peng­gerak sendiri. Sebab pembua­tannya menggunakan metode alih fungsi dari KRD (kereta rel diesel). Karena kereta tersebut tidak perlu ditarik lokomotif, maka waktu yang diperlukan untuk mencapai lokasi kejadi­an bisa diminimalisasi. Hal ini dimungkinkan karena persia­pan armada untuk diberang­katkan menjadi lebih singkat.

KAI memproduksi rang­kaian Kereta Penolong ini di Balai Yasa Yogyakarta sejak bulan Juli 2018 dan telah men­jalani uji statis dan dinamis hingga laik untuk dioperasikan pada November 2018.

Kereta Penolong 1 meru­pakan kereta yang berisi alat-alat untuk melakukan evakuasi sarana KA (kereta, gerbong, dan lokomotif) jika terjadi bencana alam seperti longsor dan peristiwa luar biasa hebat (PLH) seperti anjlok, terguling, atau kecelakaan KA lainnya.

Sedangkan fasilitas di ru­ang Kereta Penolong 2 yang berfungsi untuk mengevakuasi korban di antaranya ruang obat, ruang kru medis, ruang tindakan yang berfungsi se­bagai tempat melakukan tin­dakan medis seperti operasi ringan dan sebagainya, ruang resusitasi (tempat untuk mem­berikan pertolongan pertama pada orang yang mengalami henti nafas), ruang pasien, gu­dang alat kesehatan, dan toilet.

“KAI mencoba untuk terus berinovasi terlebih di sisi kesela­matan penumpang maupun kru KA. Hadirnya Kereta Penolong terbaru yang bisa difungsikan sebagai IGD ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi waktu selama proses evakuasi,” pungkas Edi. tgh/E-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment